Militan Eksekusi Hakim Irak Pemvonis Mati Saddam Hussein

Hakim yang memvonis mati Saddam Hussein tujuh tahun lalu ditangkap dan dieksekusi oleh Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia ditangkap saat berusaha kabur dari kota Baghdad, Irak, pekan lalu.

ISIS dalam pernyataannya mengatakan bahwa hakim Raouf Abdul Rahman telah dieksekusi mati sebagai pembalasan atas hukum gantung Saddam Hussein. Kabar kematian Rahman belum dikonfirmasi kebenarannya oleh pemerintah Irak, tapi pejabat Baghdad juga tidak membantah.

Dia diyakini tertangkap pada 16 Juni lalu dan dibunuh dua hari kemudian. Menurut anggota parlemen Yordania Khalil Attieh dalam akun Facebooknya, Rahman mencoba kabur dari Baghdad dengan menyamar dengan kostum penari, namun kepergok ISIS.

"Kelompok revolusi Irak menahan dan menghukum mati Rahman sebagai pembalasan atas kematian syahid Saddam Hussein," kata Attieh, dilansir Daily Mail, Senin 23 Juni 2014 yang mengutip harian Al-Mesyroon.

Kematian Rahman juga diumumkan dalam akun Facebook Izzat Ibrahim al-Douri, mantan wakil penasehat Saddam yang kini berada di kubu militan.

Hakim Rahman kelahiran kota Halabja yang mayoritas Kurdish mengambil alih kasus Saddam Hussein pada Januari 2006. Hakim sebelumnya, Rizgar Amin dikritik karena dinilai terlalu lembek menghadapi Hussein dan kawan-kawannya.

Vonis Rahman

Rahman menetapkan Hussein bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan pada pembunuhan 148 orang di kota Dujail menyusul percobaan pembunuhan yang gagal terhadapnya tahun 1982. Saddam Hussein dieksekusi mati dengan digantung pada Desember 2006.

Rahman dinilai bias dalam memvonis Hussein. Pasalnya, pria 73 tahun ini berasal dari kota yang pernah menjadi sasaran serangan gas tahun 1988, diduga atas perintah Hussein. Keluarga Rahman adalah sebagian dari 5.000 orang yang terbunuh dalam serangan itu. Tahun 1980an, Rahman juga pernah ditahan dan disiksa agen keamanan Hussein.

Dia juga dikritik karena menetapkan hari Idul Adha sebagai hari eksekusi Hussein. Video eksekusi yang tersebar juga menuai kontroversi karena menunjukkan Hussein digiring oleh algojo yang berasal dari kelompok Syiah.

Ancaman pembunuhan berdatangan terhadap Rahman. Maret 2007, dia dilaporkan mengajukan suaka ke Inggris karena takut keselamatan jiwa dan keluarganya. Rahman tidak pernah mengomentari laporan ini.[] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply