Merindukan Ulama Perempuan Aceh

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh H. Ghazali Moh. Syam mengatakan kehadiran ulama perempuan di Aceh merupakan sesuatu yang dinanti-nanti.

Ulama perempuan Aceh sangat diharapkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, meski sejumlah tantangan dinilai terus menghadang seperti tantangan kultural dan struktural.

Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Perempuan Angkatan 21 di Aula Kompleks Sekretariat MPU Aceh di Banda Aceh siang tadi, Kamis 19 Juni 2014.

“Mencari kader ulama perempuan yang menguasai kitab klasik memang bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Namun, apa pun tantangannya untuk menghadirkan ulama perempuan di tengah-tengah masyarakat perlu terus diupayakan,” kata Ghazali M Syam dalam surat elektronik yang diterima atjehpost.com.

Ia berharap, dari pendidikan dan pengkaderan itu menjadi bekal para ulama perempuan di Aceh untuk berdakwah dalam menyampaikan kebaikan.

Di samping itu, kata Ghazali, banyaknya tumbuh aliran sempalan antara lain disebabkan minimnya pengetahuan dan pemahaman agama, ini nantinya menjadi tugas dari para kader yang telah dilatih.

“Untuk membentengi ummat agar tidak gampang terjerumus ke dalam aliran sempalan tersebut,” katanya.

Sementara itu, ketua pelaksana Munardi, mengatakan, dari Pendidikan Kader Ulama (PKU) ini diharapkan kemampuan dan pemahaman kader ulama perempuan dalam menggali dan memahani ajaran Islam semakin meningkat dan lebih terarah.

Selain itu, juga untuk meningkatkan keilmuan dan amal sebagai wujud peran serta kader ulama dalam masyarakat.

“Kiranya harapan-harapan ini terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Munardi.

Bagi peserta KPU yang berprestasi, panitia juga memberikan penghargaan berupa sertifikat dan bantuan uang tunai. Mereka yang berprestasi adalah Sapura dari MPU Aceh Utara yang berhasil meraih juara pertama, juara kedua Qismaini H Maimun  dari MPU Aceh Tamiang serta juara ketiga diraih Arsalna dari  MPU Pidie.

Sementara untuk harapan I diraih oleh Nurbaya dari MPU Aceh Besar, harapan II Maya Juwita dari MPU Aceh Tamiang dan harapan  III Asriani, dari MPU Aceh Utara.

Kegiatan Pendidikan  Kader  Ulama (PKU) perempuan Angkatan 21 ini berlangsung selama  40 hari  sejak 11 Mei lalu hingga hari ini, Kamis 19 Juni 2014. Selain pendalaman wawasan dengan berbagai materi, pelatihan yang diikuti  40 kader dari kab/kota se-Aceh itu juga difasilitasi berkunjung ke Sumatera Barat.

“Kegiatan ekstrakurikuler ini untuk menambah wawasan peserta,” kata Munardi.

Selain Ketua MPU Aceh, penutupan PKU angkatan XXI  2014 ini juga turut dihadiri Wakil Ketua MPU Tgk. H. Faisal Ali, SKPA terkait di lingkup Pemerintah Aceh, pejabat Pemkot Banda Aceh, para instruktur, dan sejumlah tamu undangan lainnya. []

  • Uncategorized

Leave a Reply