Menteri Pertanian akui swasembada sapi hampir pasti gagal

BADAN Pusat Statistik (BPS) kemarin melansir data sementara Sensus Pertanian. Hasilnya, jumlah sapi dan kerbau nasional dipastikan berkurang 2,56 juta ekor dari terakhir kali pendataan pada 2011.

Dengan batas akhir target swasembada tinggal beberapa bulan lagi, Menteri Pertanian Suswono mengaku sedang melakukan kajian, apakah ambisi pemerintah masih realistis dan bisa dicapai atau justru jauh dari target.

"Swasembada masih ada 1 tahun lebih, terkait daging sapi, kita akan evaluasi dari hasil sensus. Persisnya berapa, kalau jumlah (sapi dan kerbau) menurun, apa faktornya, apa memang ada satu kesalahan perhitungan," ujarnya saat jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (3/9).

Suswono membela diri. Alasannya, konsumsi daging sapi nasional sudah sangat meningkat dibandingkan 2010, ketika target swasembada dicanangkan. Dengan nasib program unggulannya hampir di ujung tanduk, politikus PKS ini menolak lempar handuk.

"Kami akan maksimalkan effort bagaimana mencapai target yang dicanangkan. Kalaupun tidak tercapai, kita harus menyampaikan alasan yang kuat bagi pemerintahan mendatang untuk bisa mencapainya," kata Suswono.

Pada 2011, total sapi dan kerbau sebanyak 16,7 juta ekor. Namun, Mei lalu, tercatat hanya tinggal 14,1 juta ton saja. BPS mengatakan, banyak sapi lokal dipotong akibat kebijakan Kementan yang menerapkan kuota impor. Sebab, kebutuhan nasional melebihi pasokan yang ada di pasar.

Suswono berjanji dalam sisa masa kerjanya, dia akan coba menggenjot penggemukan sapi di lahan sawit. Selain itu, dia akan mendatangkan banyak sapi betina produktif agar jumlah bakalan bertambah.

"Integrasi sawit dan ternak akan kita dorong, karena potensial. Dari pengamatan maupun dari hasil penuturan petani, bobot badan sapi (yang dipelihara di kebun sawit) bisa bertambah 1 kilogram setiap hari," tuturnya. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply