Menlu ASEAN Keluarkan Sikap Bersama Soal Konflik Etnis di Myanmar

PARA Menteri Luar Negeri ASEAN pada tanggal 17 Agustus 2012 sepakat untuk mengeluarkan pernyataan bersama dalam menyikapi perkembangan terakhir di Rakhine, Myanmar.

Pernyataan bersama dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, berkomunikasi secara intensif dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, U Wunna Maung Lwin, untuk membahas situasi terakhir di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Dalam pernyataan tersebut, Menteri Luar Negeri ASEAN mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Myanmar untuk mengembalikan situasi yang kondusif, khususnya mengatasi situasi kemanusiaan di Rakhine.

Negara ASEAN menyatakan senantiasa siap atas permintaan Pemerintah Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan dalam mengatasi situasi di Rakhine.

Menteri Luar Negeri ASEAN juga menggarisbawahi bahwa upaya untuk mengembangkan kehidupan yang harmonis dan menanamkan solidaritas nasional pada seluruh elemen masyarakat Myanmar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi dan reformasi yang dilakukan Pemerintah Myanmar.

Menlu ASEAN juga menyatakan keyakinannya dan harapan yang besar terhadap pemerintah Myanmar bahwa proses demokrasi dan tranformasi politik yang berlangsung di Myanmar — termasuk menciptakan kehidupan yang harmonis di antara berbagai komunitas di Myanmar, tidak akan berjalan di tempat apalagi mundur.

Pernyataan bersama Menlu ASEAN merupakan hasil dari upaya konsisten Pemerintah Indonesia terhadap upaya penyelesaian permasalahan di Rakhine secara komprehensif dan konstruktif.
Upaya ini melengkapi berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membantu Myanmar dalam menyelesaikan konflik tersebut baik secara bilateral maupun dalam berbagai forum internasional termasuk menunjuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai utusan khusus Pemerintah Indonesia untuk membantu menuntaskan masalah di Rakhine, Myanmar.

Sebelumnya, dalam KTT OKI yang berlangsung di kota Mekkah, Saudi Arabia tanggal 14-15 Agustus 2012, secara konstruktif organisasi negara-negara Islam itu telah mendorong Pemerintah Myanmar menyelesaikan konflik di Rakhine. Dalam hal ini, Myanmar akan bermitra dengan ASEAN dalam mendorong penyelesaian konflik dimaksud.

Sebagai negara yang memiliki pengalaman serupa, Indonesia memahami kompleksitas dan tantangan yang dihadapi Myanmar dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Untuk itu Indonesia telah, sedang dan akan terus mendorong Pemerintah Myanmar untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik dan komprehensif; sekaligus mendorong Pemerintah Myanmar dalam proses rekonsiliasi secara damai atas berbagai konflik internal yang terjadi di Myanmar, termasuk yang melibatkan etnis Rohingya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply