Menhub: Banda Aceh Tidak Perlu Monorel, Cukup Bis Terjadwal

Menteri Perhubungan (Menhub) Iqnasius Jonan mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh tidak perlu membangun monorel untuk transportasi umum dan mengurai kemacetan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

"Monorel dirancang bukan untuk transportasi umum. Selain itu, dana pembangunannya mahal, biaya operasionalnya juga tinggi," kata Menteri Perhubungan Iqnasius Jonan di Banda Aceh, Senin, 1 Desember 2014.

Pernyataan itu dikemukakan Menteri Perhubungan menanggapi pemaparan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal di ruang kerja Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Selain Wakil Gubernur Aceh dan Wali Kota Banda Aceh, pertemuan dengan Menteri Perhubungan itu juga dihadiri sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Memang, kata dia, monorel bisa mengurai kemacetan. Namun, kemacetan di Kota Banda Aceh belumlah separah di kota-kota lainnya di Indonesia. Jika dilihat dari jumlah penduduknya 270 ribu, jumlah setara tiga kelurahan besar di Jakarta.

Oleh karena itu, Menteri menyarankan jika Pemerintah Kota Banda Aceh ingin membangun transportasi massal guna mengurai kemacetan kendaraan bermotor, alangkah baiknya mengadakan bis terjadwal dan membangun halte-halte representatif.

"Bis ini waktu tiba dan berangkatnya sudah terjadwal. Masyarakat tidak perlu menunggu lama. Ada tidaknya penumpang, bis ini tetap jalan. Kalau ini ada, masyarakat tahu kapan dia menggunakan angkutan umum ini," kata Menteri.

Kalau memang bis tidak terjadwal ini tidak mampu mengatasi kemacetan, kata dia, Pemerintah Kota Banda Aceh bisa membangun trem. Keberadaan trem ini diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan dan transportasi massal.

Selain bis terjadwal dan trem, sebut dia, Pemerintah Kota Banda Aceh bisa membangun "underpass" atau jalan bawah tanah maupun "fly Dover" atau jalan layang di persimpangan yang sering terjadi kemacetan.

"Saya pikir hanya itu saja yang difokuskan Pemerintah Kota Banda Aceh. Tidak perlu bangun monorel yang biayanya besar untuk mengatasi kemacetan di Kota Banda Aceh," kata Iqnasius Jonan. | sumber : yahoo

  • Uncategorized

Leave a Reply