Menggugah Nurani Pemimpin Aceh

Menggugah Nurani Pemimpin Aceh

BEBERAPA hari terakhir media portalsatu.com menulis soal kemiskinan di berbagai kabupaten kota di Aceh.

Ada Nek Putroe di Desa Beuringen, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, yang tinggal di rumah gubuk tak layak huni. Kemudian di Aceh Timur, ada Wa Hendon di Desa Seneubok Dalam, Kecamatan Idi Tunong Kabupaten Aceh Timur, yang juga mengalami nasib yang hampir sama.

Dua kasus ini sangat miris. Di mana kita ketahui, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur merupakan daerah kaya akan hasil alamnya.

Ada perusahaan raksasa ExxonMobil di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Sedangkan Aceh Timur memiliki PT Medco Energi Internasional Tbk. Keberadaan perusahaan raksasa itu seakan tak memberikan pengaruh apa-apa bagi fakir miskin di daerah itu.

Buktinya ada Nek Putroe dan Wa Hendon yang kini hidup melarat. Tak ada yang peduli. Sementara kilang-kilang raksasa perusahaan itu kian menguras hasil alam Aceh.

Demikian juga dengan Pemkab Aceh Utara dan Aceh Timur yang selalu membawa jargon ‘pemerintahan rakyat’. Namun nyatanya nasib Nek Putroe dan Wa Hendon seakan luput dari perhatian mereka.

Kita bertanya kemana pemerintah kita? Apakah mereka tak mengetahui ada masyarakat miskin yang kini menangis di daerah mereka? Apakah pembisik mereka hanya melaporkan data-data positif? Jawabannya hanya mereka yang mengetahui.

Kita yakin ada banyak masyarakat miskin seperti Nek Putroe dan Wa Hendon di Aceh. Ini seperti fenomena gunung es.

Seandainya pemerintah kita cepat merespon, maka tentu kasus seperti Nek Putroe dan Wa Hendon, tidak mungkin ada lagi di Aceh.

Ada ratusan miliaran dana yang mengalir ke daerah ini pasca konflik, namun setetes pun belum mampir ke Nek Putroe dan Wa Hendon.

Ada ribuan rumah dhuafa dan layak huni yang dibangun setiap tahunnya, baik dari Cipta Karya Aceh maupun Baitul Mal, namun itu pun juga belum pernah mampir ke Nek Putroe dan Wa Hendon. Apakah mereka lupa, tidak tahu atau tidak mau tahu?

Kita berharap pemimpin Aceh segera tersadar. Pemimpin Aceh Utara dan Aceh Timur khususnya, harus segera menolong fakir miskin tadi. Jangan biarkan seorang wanita tua hidup dengan kondisi yang menyedihkan.

Jangan biarkan Nek Putroe dan Wa Hendon meneteskan air mata. Berilah kepedulian kepada mereka. Wahai pemimpin Aceh, tunjukanlah bahwa kalian masih memiliki hati nurani. []

Leave a Reply