Mengenali Remaja Introvert yang Cenderung Mudah Bunuh Diri

KASUS bunuh diri Rangga Arman Kusuma (16) memberi hikmah bagi orangtua. Ketika remaja introvert cenderung mudah bunuh diri, orangtua perlu mengenali adakah karakter tersebut ada pada anaknya.
 
Kepribadian anak introvert memang membingungkan orang tua. Pasalnya, mereka agak sulit bersosialisasi dengan lingkungan dan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.
 
“Anak introvert cenderung tertutup, lebih pendiam, dan menarik diri dari lingkungannya,” kata Dr Rose Mini Adi Prianto, Mpsi., kepada Okezone melalui sambungan telefon, Kamis 22 Januari 2015.
 
Wanita yang akrab disapa Bunda Romi ini menambahkan, untuk mengetahuinya, orangtua seharusnya bisa mengenali ciri-cirinya. Bunda Romi mengungkapkan, anak introvert memiliki kesulitan dalam bersosialisasi karena tidak memiliki rasa keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi. Kriteria lainnya, mereka enggan mengungkapkan isi hatinya, cenderung lebih pendiam, dan lebih senang menjadi pendengar daripada yang berbicara.
 
Untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya, anak introvert harus dilatih. “Setiap anak itu berbeda-beda, anak harus dilatih sesuai tingkatannya,” imbuhnya.
 
Orangtua tak harus memaksakan anak untuk berperilaku layaknya anak ekstrovert. Baiknya melatih sesuai tingkatannnya agar anak tak tertekan.
 
Mengenalkan diri pada lingkungan sekitarnya merupakan permulaan. Membiasakan anak untuk menemui orang baru dapat menumbuhkan keberanian dan membangun kepercayaan diri. Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda, untuk itu perhatikan bakatnya dan jangan terlalu banyak menuntutnya.
 
“Latih cara berpikir kreatifnya,” tutup Bunda Romi.[] sumber: okezone.com

  • Uncategorized

Leave a Reply