Mengenal Ridwan Hadi, Komisioner KIP Aceh terpilih

ALHAMDULILLAH,” kata Ridwan Hadi ketika ATJEHPOSTcom menanyakan apakah ia sudah mengetahui namanya termasuk salah satu calon Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang diumumkan dalam sidang paripurna DPR Aceh, Selasa, 23 April 2013.

“Ini tidak terlepas dukungan rekan-rekan pers, saya mohon dukungan terus menerus untuk mendukung kinerja kami ke depan, memberi masukan seperti selama ini, tentunya juga mengontrol kinerja kami,” kata Ridwan Hadi melalui telpon selular, tadi sekitar pukul 12.50 WIB, Selasa siang.

Pak Wan, begitu Ridwan Hadi akrab disapa, bukanlah “pendatang baru” di KIP. Pria yang lahir di Cunda, Muara Dua, Lhokseumawe tahun 1969 silam ini, menjadi penyelenggara pemilu sejak 2003.

Mulanya, ia anggota Komisi Pemilihan Umum atau KPU Lhokseumawe yang kemudian berganti nama menjadi KIP. Setelah menjadi anggota KIP sampai Agustus 2009, Pak Wan kemudian “naik pangkat”. Ia dipercayakan menjabat Ketua KIP Lhokseumawe sampai saat ini.

Sepuluh tahun sudah mengemban tugas KPU/KIP di Lhokseumawe, Pak Wan tentu telah melewati jalan berliku dan melelahkan. Misalnya pada Pemilu Legislatif 2009 lalu yang diikuti ramai partai politik. Begitu pula Pilkada 2012 yang terjadi perubahan jadwal sampai lima kali, meski akhirnya membuahkan hasil.

Lantas apa kunci sukses keberhasilan itu? “Kuncinya membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait, kita berikan pemahaman bahwa yang dilaksanakan KIP adalah perintah undang-undang,” kata Pak Wan pada satu kesempatan selepas Pilkada 2012 lalu.

***

Ridwan Hadi menamatkan SD dan SMP di kampung halamannya, Cunda. Setelah lulus SMA Negeri 1 Lhokseumawe, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Dharma Agung, Medan, dan meraih gelar sarjana hukum.

Sempat bekerja enam bulan di Bagian Sumber Daya Manusia Perusahaan Penghasil Kertas di Jambi, Ridwan Hadi kemudian beralih menjadi advokat pada Kantor Konsultan Hukum Sofyan Adami SH & Rekan di Lhokseumawe sejak 1993.

Empat tahun setelah itu, ia membuka Kantor Konsultan Hukum Ridwan Hadi SH & Associates di Lhokseumawe. Ia juga menjadi staf pengajar di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Lhokseumawe saat masih berstatus perguruan tinggi swasta.

Ridwan Hadi menjabat Ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI)  Lhokseumawe periode 2001-2004 dan 2004–2007. Dua tahun berikutnya, ia terpilih sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD-KAI) Aceh, 2009 sampai saat ini.

Selain itu, ia menjadi penasehat hukum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe sejak 2005, penasehat hukum Persatuan Wartawan Aceh, 2007 sampai sekarang dan salah seorang pembina Jurnalis Pase Football Club (JPFC), 2007 hingga saat ini.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply