Mengenal Penyakit Lepra

BANDA ACEH – Penyakit Kusta disebut juga sebagai penyakit Lepra (leprosy) atau Penyakit Hansen dimana dalam catatan sejarah diketahui bahwa penyakit ini sudah dikenal masyarakat sejak 300 SM, baik diakui dalam peradaban Cina kuno, Mesir, dan India. Penyakit ini juga menimbulkan stigma lain, seperti penyakit kutuhan Tuhan.

Penyakit Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae, meskipun  penularannya belum diketahui dengan jelas beberapa penelitian mengatakan bahwa seseorang terinfeksi kuman kusta karena pernah melakukan kontak langsung dalam jangka yang sangat lama dengan orang terkena kusta yang belum minum obat. 

Kuman kusta memiliki masa inkubasi 2 – 5 tahun bahkan juga dapat memakan waktu lebih dari 5 tahun, penyakit kusta disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae, yang ditemukan oleh oleh G.A. Hansen pada tahun 1873.

Meskipun penularanya belum diketahui dengan jelas, namun pintu keluar masuknya kuman ini melalui tubuh penderita, yakni kulit dan selaput lendir hidung. Namun beberapa keadaan dapat menularkan penyakit ini, seperti daya tahan tubuh (imunitas) penderita dan jumlah dan keganasan Mycobacterium Leprae itu sendiri, sedangkan untuk faktor yang berperan dalam penularan yaitu Keadaan sosial ekonomi, lingkungan, ras, usia dan jenis kelamin.

Kehadiran Kusta bukan hanya menimbulkan dampak medis pada masyarakat, namun juga menimbulkan dampak sosial berupa stigma "penyakit kutukan" sehingga terkadang terjadinya pengucilan atau diskriminasi pada orang yang pernah mengalami kusta.

Kepala Bidang P2PL (pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan) Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Dr. Abdul Fatah, MPPM menghimbau masyarakat untuk tidak perlu takut melaporkan kasus Kusta. "penyakit kusta itu bisa diobati dan sembuh, asal penderita datang berobat dengan teratur, kecuali cacatnya yang tidak bisa dihilangkan" ujarnya.

Selain itu, Dr. Abdul Fatah mengatakan tentang beberapa gejala dan tanda-tanda penyakit Kusta, diantara seperti adanya Kelainan pada kulit berupa bercak kemerahan,keputihan, atau benjolan, kulit terlihat mengkilap, adanya bagian tubuh yang tidak berkeringat dan tidak berambut dan melepuh tapi tidak nyeri.

Jika tidak diobati, kusta dapat bersifat progresif, artinya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, anggota badan dan mata. Meskipun kusta tidak secara langsung menyebabkan bagian tubuh jatuh pada kemauan mereka sendiri, melainkan mereka menjadi cacat atau autoamputated sebagai akibat dari gejala penyakit tersebut.

"kalau sudah merasakan gejala-gejala seperti itu diharapkan penderita segera datang ke Puskesmas untuk mengecek. Nah, dalam penyembuhan penyakit kusta diperlukan dukungan dari berbagai pihak, yang paling terpenting keluarga dan masyarakat setempat dengan memberikan dukungan dan menumbuhkan semangat penderita, tanpa harus mengucilkan" tambahnya.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply