Mengapa banjir di Aceh sulit dibendung?

WAHANA Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh memperkirakan banjir bandang dan luapan sungai masih akan terus terjadi di Aceh. Penyebabnya, daerah aliran sungai atau DAS masih terus dirusak oleh aksi pembalakan hutan, dan aktivitas galian C.

"Sepanjang DAS masih dirusak, banjir masih akan terus menerjang sejumlah wilayah di Aceh," kata Direktur Walhi Aceh TM Zulfikar seperti dikutip kantor berita Antara.

Wahi mencatat,  kerusakan areal DAS di Aceh mencapai 46,50 persen atau 714.724 hektare dari total DAS di provinsi itu seluas 1.524.624 hektare sejak 2006.

Selain itu, kata Zulfikar,  adanya tambang-tambang liar, dan alih fungsi lahan kawasan DAS menjadi perkebunan sebagai penyebab lain Aceh rawan banjir.

"Artinya jika kawasan atau lahan yang berdekatan dengan DAS dialihkan fungsikan menjadi kebun kelapa sawit, maka ketika intensitas curah hujan tinggi maka dipastikan tanah tidak mampu menahan air sehingga meluap," katanya menambahkan.

Itu sebabnya, Zulfikar  meminta pemerintah dan aparat berwenang agar benar-benar menyatakan "perang" dengan perusak lingkungan.

Selain itu, sanksi hukum bagi siapapun yang masih melakukan praktik pembalakan hutan, dan penambang liar harus benar-benar ditegakkan sebagai upaya bersama mencegah bencana dimasa mendatang di Aceh.

"Kalau penghijauan kita lakukan, namun tidak mencegah pembalakan maka itu sama saja. Artinya dua-dua harus jalan seiring, penghijauan dilakukan namun pencegahan dengan tidak membiarkan pembalakan juga harus jalan," kata TM Zulfikar.

Di pihak lain, ia juga menyatakan pimpinan dari instansi berwenang harus memiliki keberanian menghukum setiap bawahannya yang salah atau terlibat dalam aksi perusakan lingkungan.

Ia menyebutkan, kawasan DAS yang kritis antara lain DAS Krueng Aceh, DAS Krueng Peusangan dan DAS Krueng Tamiang yang kerusakannya sudah di atas 50 persen, DAS Krueng Tripa di atas 30 persen.

Bahkan DAS Jambo Aye yang airnya mengalir ke lima kabupaten yakni Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara dan Aceh Timur, tingkat kerusakannya diperkirakan mencapai di atas 80 persen.[]

sumber: antara

  • Uncategorized

Leave a Reply