Membuka Isolasi Tengah dan Selatan

LAYAR besar terpasang di ruang pertemuan Pendopo Gubernur Aceh, Jumat dua pekan lalu. Di layar muncul peta Aceh dan beberapa garis warna-warni. Di atas peta tertulis “Pembangunan Jalur Tengah Multy Years 2014-2015”.

Sekitar 20 pejabat mencermati dengan teliti isi layar. Seorang di antaranya adalah Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Doto Zaini, sapaan akrab Gubernur Aceh, tersenyum dan beberapa kali mengangguk saat mengamati layar.

“Bagus. Saya sangat mendukung hal ini. Saya minta proyek ini segera direalisasikan,” ujarnya.

Gubernur Zaini menyambut baik rencana lanjutan pembangunan jalan di lintas tengah Aceh. Ia memerintahkan Dinas Bina Marga Aceh segera membuat perencanaan secepat mungkin. Menurut Doto Zaini, pembangunan jalan lintas tengah menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh. Pembangunan itu merupakan proyek multy years yang direncanakan pada 2014 hingga 2015.

Kepala Dinas Bina Marga Aceh Zahruddin mengatakan, jalan yang akan dibangun salah satunya, lintasan dari Simpang Krueng Geukueh Aceh Utara hingga Bener Meriah. (Lihat Prioritas Penanganan Jalan Provinsi). Panjang semua ruas jalan itu, kata dia, mencapai 1.700 kilometer.

“Secara keseluruhan akan ditanggung APBN, sedangkan yang ditanggung APBA 750 kilometer,” ujar Zahruddin. Saat ini, kata dia, rencana proyek itu masih dalam pembahasan tahap awal dan akan dilanjutkan pembahasan secara teknis setelah izin prinsip pembangunan jalan keluar.

Namun, kata Zahruddin, untuk proyek lintas jalan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser akan digeser. Untuk teknisnya, bakal dibicarakan dengan beberapa instansi terkait, terutama Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Aceh. Selain itu, pembangunan jalan lingkar Simeulue juga akan dilaksanakan pada waktu bersamaan. “Setelah rapat secara teknis nanti dilakukan dan izin prinsip keluar, maka akan segera dilakukan tender untuk pembangunan secepatnya,” ujar Zahruddin.

Sementara untuk izin prinsip, kata dia, diperkirakan bulan depan segera dikeluarkan Gubernur Aceh. Menurut Zahruddin, pertapakan jalan yang diusulkan itu sudah ada. Pemerintah hanya membangun dengan cara mengaspal dan melebarkan jalan.

***

PERBAIKAN jalan di wilayah tengah dan barat selatan sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah atau RPJM 2012-2017. Tujuannya, selain untuk menghubungkan kabupaten dan kota yang ada, juga untuk meningkatkan ekonomi Aceh.

Selain jalan, juga dimuat tentang pembangunan jembatan. Data yang diperoleh The Atjeh Times dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh, panjang jembatan provinsi mencapai 17.826,05 meter, jembatan nasional 14.897,90 meter. Total keseluruhan panjang jembatan adalah 32.723,95 meter.

Kondisi jembatan baik adalah sepanjang 16.544,40 meter, sedangkan sisa jembatan yang rusak ringan dan berat adalah 16.179,55 meter. Sisa jembatan yang rusak ringan dan berat itu, turut disertakan Pemerintah Aceh dalam RPJM Aceh 2012-2017.

Ada beberapa jembatan yang juga kewenangan pemerintah kabupaten dan kota dilaksanakan provinsi. Ini berlaku untuk jembatan rusak berat, terputus, dan terbengkalai yang butuh penanganan tuntas.

Beberapa jembatan yang perlu diprioritaskan adalah jembatan provinsi dan pembangunan jembatan strategis kabupaten sepanjang 5.000 meter. Selanjutnya, pembangunan beberapa jembatan baru dan jembatan lanjutan yang terbengkalai. Di dalam RPJM Aceh 2012-2017 terdapat sepuluh jembatan terbengkalai yang dilanjutkan pembangunannya menggunakan APBA 2013.

Pemerintah Aceh berharap, perencanaan sistem jaringan jalan dan jembatan penghubung lintas timur, barat, dan tengah yang belum tembus dapat selesai pada 2015. Gubernur Zaini juga pernah mengatakan, jalan dan jembatan salah satu dari upaya besar Pemerintah Aceh membangun infrastruktur guna membantu kawasan Pantai Barat-Selatan. Dengan bagusnya infrastruktur, kata gubernur, investasi juga akan membaik. "Saya mengajak semua pihak untuk menjaga jalan dan jembatan yang sudah dibantu dengan biaya MDF (Multi Donor Fund). Pemerintah Aceh akan terus berupaya mewujudkan visi misi untuk seluruh Aceh." | MURDANI ABDULLAH | DARMANSYAH | ALFIANSYAH OCXIE

+++++++++++++++++++

Prioritas Penanganan Jalan Provinsi

1. Peureulak–Lokop–Batas Gayo Lues (30 kilometer) dan Batas Aceh Timur–Pinding–Blangkejeren (46 km).

2. Babah Rot–Bts. Gayo Lues (7 km) dan Bts. Nagan Raya–Trangon– Blangkejeren termasuk 2 jembatan (62 km).

3. Jantho–Bts. Aceh Jaya (26 km) dan Lamno–Bts. Aceh Besar (26 km).

4 Jeuram–Lhok Seumot–Bts. Aceh Tengah (8 km).

  • Uncategorized

Leave a Reply