Melongok Aceh Masa Lampau di Balai Penyelamatan Cagar Budaya

JARUM jam menunjukkan pukul 15.20 WIB saat The Atjeh Post berbelok ke arah gedung di Jalan Teuku Umar Nomor 1 Banda Aceh, Selasa 10 Juli 2012. Memasuki gerbang bertuliskan Balai Penyelamatan Cagar Budaya, terlihat sebuah gedung berukuran 18×18 meter. Sekilas sepi. Hanya satu unit mobil ber plat merah yang terparkir di depan gedung tersebut.

Seorang pemuda lewat. Dia memakai kemeja berwarna biru lengan panjang yang dilipat hingga siku. Wartawan The Atjeh Post mencoba bertanya pada pemuda tersebut. "Gedung ini lagi ada pameran," kata dia.

Mendegar hal tersebut, The Atjeh Post dengan tergesa memasuki gedung. Sesampai di pintu sebelah kanan ada dua orang yang sedari tadi menunggu tamu. Mereka berdiri dan kemudian mempersilahkan wartawan mengisi buku tamu. Di dalam terlihat sederetan foto-foto dan benda bersejarah peninggalan zaman baholak.

Delapan orang terlihat hilir mudik dalam ruangan. Mereka merupakan pengunjung pameran. Salah satu diantaranya bernama Rizki Affiat. Usianya 28 tahun dan berasal dari Jakarta. Rizki merupakan salah seorang peneliti berdarah Aceh yang menetap di Ibukota Republik Indonesia. Ia berdecak kagum dengan kekayaan dan keindahan sejarah Aceh di masa lalu.

“Sejarah dulu sudah banyak berubah. Misalnya Mesjid Raya Baiturrahman, berbeda sekali antara foto dengan keadaannya sekarang. Kalau tidak kesini (Aceh) saya tidak tahu," kata dia.

Rizki kemudian berlalu seraya terus menatap satu persatu foto dalam bingkai yang terpajang di Gedung Balai Penyelamatan Cagar Budaya tersebut.

Pameran yang digelar ini merupakan salah satu program dari Banda Aceh Expo yang baru-baru ini dilaksanakan di Banda Aceh. Kegiatan ini juga bermaksud untuk mewujudkan Visit Aceh 2013 yang digalakkan Pemerintah Aceh.

"Kegiatan ini sudah berjalan dua hari," ujar Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Aceh-Sumut, Dahlia saat ditemui The Atjeh Post.

Dahlia mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung selama sepekan ke depan. Mulai dari tanggal 9 hingga 15 Juli 2012 mendatang. "Selain foto-foto cagar budaya, disini juga dipamerkan benda-benda bergerak lainnya," tambah Dahlia.

Selain foto sejarah dan benda purbakala Aceh, pihak BP3 juga memajang beberapa koleksi sejarah Sumatera Utara. Diantaranya foto Istana Kerajaan Maimun serta Mesjid Raya Medan dan juga foto-foto candi peninggalan pra sejarah lainnya.

"Ini memang tugas pokok dan menjadi tanggung jawab BP3. Tapi, ini juga menjadi tanggung jawab kita (masyarakat) semua untuk menjaga dan melestarikan peninggalan purbakala, demi terjaganya cagar budaya Aceh serta bisa menumbuhkembangkan pelestarian sejarah di masa depan," pungkas Dahlia.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply