Masyarakat Israel Minta Pilot Tempur Tolak Perintah Serang Iran

JERUSSALEM – Lebih dari 400 warga Israel telah menandatangani petisi daring (online) berisi seruan agar pilot Angkatan Udara Israel (IAF)  menolak  jika diperintahkan menyerang Iran.

Di antara penandatangan petisi itu terdapat beberapa profesor, kepala kelompok hak asasi manusia dan penulis novel serta masyarakat umum, demikian laporan di jejaring Times of Israel.

Petisi tersebut, yang diusulkan di tengah peningkatan pembicaraan mengenai perang melawan Iran oleh para pejabat Israel, menyatakan bahwa menyerang Iran akan membahayakan Israel dan pilot bisa tertangkap.

"Kami mendekati anda karena keprihatinan yang mendalam mengenai situasi yang dihadapi Israel dengan Iran," demikian antara lain isi petisi itu, sebagaimana dikutip Xinhua .

"Kami tidak tahu nama kalian," katanya, "Ingatlah pada saat ini, nasib kita, dan masa depan, terletak di tangan kalian."

Para penandatangan petisi tersebut mengatakan perintah untuk menyerang Iran mungkin muncul "dalam waktu beberapa pekan mendatang", dan oleh karena itu menyebut permintaan mereka "mendesak".

"Perintah menentukan yang akan muncul ini dapat dikeluarkan dalam waktu sangat dekat. Kalian selalu memiliki pilihan untuk mengatakan tidak," katanya.

Petisi tersebut mengakui kemungkinan di tubuh militer Israel jika perintah tersebut ditolak tapi berkeras itu adalah kasus pengecualian.

Para penulisnya juga mengangkat alasan untuk tidak menyerang Iran, seperti potensi pembalasan terhadap berbagai kota besar israel, kemungkinan serangan nuklir, keruntuhan ekonomi, dan kekhawatiran pilot Israel diculik.

Prof. Menachem Mautner, mantan dekan fakultas hukum di Tel Aviv University, menandatangani petisi itu dan mengatakan ia khawatir mengenai serangan sepihak tanpa dukungan AS.

"Saya bersedia menandatangani apa saja yang dapat mengelakkan  bencana terbesar Israel ," kata Mautner kepada surat kabar Makor Rishon. | sumber: antaranews.com

  • Uncategorized

Leave a Reply