Masyarakat Buloh Seuma Keukeuh Minta Pisah dari Aceh Selatan

TAPAK TUAN- Masyarakat Buloh Seuma tetap bersikukuh untuk pindah dari Kabupaten Aceh Selatan dan masuk menjadi bagian teritorial Kota Subulussalam.  Tuntutan itu muncul akibat kekecewaan masyarakat di daerah terpencil itu yang merasa ‘dianaktirikan’ oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Hal itu ditegaskan oleh Nasruddin, tokoh muda Buloh Seuma. “Mayoritas masyarakat di sini mengaku sudah putus asa tidak tahu kemana lagi harus mengadu terkait masih sangat minimnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan sarana dan prasarana umum, seperti belum tersedianya infrastruktur jalan dan jembatan,” kata Nasrudin kepada wartawan di Trumon, Minggu (15/1).

Akibatnya, kata Nasruddin, masyarakat masih harus menggunakan atau menumpang boat nelayan sebagai satu-satunya jalur transportasi untuk berbelanja kebutuhan pokok di Keude Trumon dengan jarak tempuh mencapai 3 sampai 4 jam perjalanan.

Kenyataan ini membuat kekecewaan masyarakat telah memuncak terhadap pemerintah kabupaten Aceh Selatan.

“Entah karena telah sampai pada klimaks dari sederetan perasaan kekecewaan yang dialami oleh masyarakat setempat selama ini. Yang pasti ribuan masyarakat Buloh Seuma dalam rapat akbar yang berlangsung di mesjid desa setempat beberapa waktu lalu, telah mengambil sikap atau keputusan bahwa meminta pisah dari Aceh Selatan dan akan bergabung dengan Pemko Subulusalam,” beber Nasrudin.

Sikap itu, lanjutnya lagi, sudah merupakan keputusan final dan tak bisa diganggu gugat lagi. “Bahkan surat permohonan pindah ribuan masyarakat Buloh Seuma ke Pemko Subulusalam telah kami serahkan secara langsung kepada Bupati Husin Yusuf,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya diberitakan bahwa masyarakat kemukiman Buloh Seuma menuntut pemisahan diri dari wilayah territorial Aceh Selatan untuk bergabung dengan Kota Subulussalam. Terakhir, kasus itu bahkan sudah dilaporkan ke Pemerintahan Provinsi Aceh. []

  • Uncategorized

Leave a Reply