Masyarakat Aceh Utara Tetap Waspada Banjir Susulan

LHOKSUKON – Banjir yang melanda sembilan kecamatan di Aceh Utara telah surut total, sejak Selasa 4 Desember 2012 malam. Namun masyarakat tetap waspada akan adanya banjir susulan di bulan Desember, mengingat curah hujan masih tinggi.

Banyak yang memilih membiarkan harta bendanya tetap berada di tempat yang lebih tinggi, mengingat banjir bisa datang kapan saja, termasuk dini hari saat warga terlelap tidur.

“Perabotan rumah tangga seperti kursi, lemari pakaian dan yang tidak begitu dibutuhkan, tetap berada di tempat yang tinggi seperti saat kita pindahkan ketika banjir. Kita hanya pergunakan seperlunya saja, seperti tempat tidur. Lainnya kita biarkan tetap di loteng dan tempat khusus untuk menyimpan barang saat banjir,” ujar Salamah (34 tahun), warga Kecamatan Pirak Timu.

Sulaiman (52 tahun) warga Kecamatan Matangkuli mengatakan, saat ini banjir memang telah surut, tapi kita khawatir dengan adanya banjir susulan. Ditambah lagi, banjir yang melanda Kecamatan Matangkuli tidak dapat diprediksi dari derasnya hujan lokal, mengingat juga berpengaruh dengan tingginya curah hujan di pegunungan, yakni di kawasan Bener Meriah.

Khusus di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu, banjir kerap terjadi akibat meluapnya Krueng Keuretoe dan Krueng Pirak. Ditambah lagi hingga saat ini sayap kanan Krueng Keuretoe belum memiliki tanggul sungai, sehingga saat air sungai penuh langsung meluap ke pemukiman penduduk.

“Jika kondisi ini terus berlangsung, maka perekonomian warga akan terus terpuruk. Pasalnya banjir juga ikut merendam areal persawahan,” tuturnya yang dibenarkan M Ali, warga setempat.

Masyarakat sangat berharap agar Pemerintah segera membangun tanggul penahan di sayap kanan Krueng Keuretoe. Mereka juga berharap agar Pemerintah segera mencanangkan program penanggulangan banjir, khususnya untuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureto, Krueng Petoe, Krueng Pase dan Krueng Pirak.

Seperti yang diketahui, sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dilanda banjir akibat meluapnya empat sungai yang diperparah hujan deras sepanjang malam, Sabtu 1 Desember 2012.

Ketinggian air bervariasi antara lutut orang dewasa hingga 1,5 meter. Saat ini tim Search and Rescue (SAR) Aceh Utara terus melakukan patroli di lokasi banjir terparah, yakni Kecamatan Tanah Luas dan Matangkuli.

Empat sungai itu masing-masing, Krueng Keureto, Krueng Petoe, Krueng Pirak, dan Krueng Pase.

Sementara 9 kecamatan yang terendam, yakni Kecamatan Paya Bakong, Cot Girek, Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Luas, sebagian Syamtalira Aron, sebagian Tanah Pasir dan sebagian Baktiya Barat.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply