Masyarakat Aceh Diminta Tidak Golput

MASYARAKAT Aceh diminta untuk tidak Golput. Ini karena pemimpin Aceh di masa yang akan datang akan ditentukan oleh pemilihan kali ini.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Divisi Hukum yang juga Ketua Pokja Kampanye Komisi Idependen Pemilihan (KIP Pidie), M Diah Adam SH, dalam kegiatan forum konstituen yang digelar di Kantor Kecamatan Mutiara, Kamis pagi lalu.

Menurutnya, harus ada partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum (pemilu) agar bisa mengurangi “golput” di Aceh.

Pemilu damai, lanjutnya, adalah pemilu yang dilaksanakan secara demokrasi tanpa adanya kekerasan dan politik uang. "Yang diharapkan semua elemen masyarakat taat terhadap peraturan dan menciptakan pemilu yang demokratis,” kata dia.

Dalam acara yang difasilitasi oleh dua Community Organizer (CO) Aceh Civil Society Task Force (ACSTF) di Pidie beserta dengan sepuluh perwakilan komunitas ini, dihadiri oleh tujuh calon legeslatif dari beragam partai.

Diah juga memberi pengetahuan seputar kepemiluan di hadapan seratusan masyarakat dan tujuh caleg yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah seorang CO ACSTF di Pidie, Indah Lestari, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama antara caleg dengan masyarakat  pemilih guna mewujudkan pemilu yang demokratis tanpa politik uang dan kekerasan. “Ini tempat di mana para caleg memberikan pendidikan Politik kepada masyarakat. Dan mereka juga berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kita akan melakukan kegiatan serupa setelah Pemilu,” katanya.

“Isu perempuan apa yang akan ibu perjuangkan?” tanya Zarinawati dari Mutiara, kepada salah seorang caleg perempuan. Dia mengatakan melalui kegiatan ini, sekurang-kurangnya dia selaku masyarakat pemilih bisa membangun deal-deal politik nyata dan terukur ke depan, khususnya terkait isu perempuan jika para caleg tersebut terpilih nantinnya.

Mantan komisioner KIP Aceh periode 2008-2013, Ilham Saputra, turut hadir dalam kegiatan tersebut selaku tim monitoring ACSTF. []

  • Uncategorized

Leave a Reply