Masya Allah, Ada Ayah Hamili Anak Kandung di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE – Seorang pria berinisial Y, 42 tahun, warga pedalaman Aceh Utara dilaporkan telah berulang kali meniduri anak kandungnya sejak 2010 hingga Agustus 2012 lalu. Akibat perbuatan terkutuk ayah bejat ini, korban yang masih berusia 14 tahun kini hamil delapan bulan lebih.

Kasus tersebut saat ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe. Tersangka Y yang sehari-hari bekerja sebagai penderes getah karet telah dijebloskan dalam sel tahanan untuk menjalani proses hukum.

“Awalnya kasus ini ditangani Polsek di kecamatan tempat tinggal tersangka Y, setelah pihak Polsek menerima  pengaduan masyarakat pada 27 September 2012. Kemarin (Senin), pihak Polsek melimpahkan kasus ini ke kita,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Supriadi didampingi Kanit PPA Brigadir Zahar kepada The Atjeh Post, Selasa, 2 Oktober 2012.

Menurut Supriadi, kasus ini terungkap lantaran warga curiga melihat kondisi badan korban yang masih berusia anak-anak itu terus membengkak seperti orang hamil. Mulanya, kata Supriadi mengutip laporan pengaduan masyarakat, ketika ditanya oleo sejumlah tokoh masyarakat, korban menolak menyebutkan siapa yang telah menghamilinya.

“Saat ditanya oleh ibu dan keluarganya, korban baru mengakui bahwa pelaku adalah ayah kandungnya sendiri. Mengetahui itu, masyarakat sangat marah, lalu membuat laporan ke Polsek,” katanya.  

Menurut Supriadi, sejauh ini penyidik telah memeriksa lima saksi yaitu saksi korban, ibu kandung korban, aparat desa dan warga dari desa tempat tinggal tersangka Y. Kata Supriadi, sesuai pengakuan saksi korban hanya terjadi sekali hubungan intim antara ayah dengan anak kandungnya itu. “Korban mengaku saat kejadian itu kedua tangannya ditekan oleh ayahnya,” kata Supriadi.

Sedangkan pengakuan tersangka, kata Supriadi, perbuatan terkutuk itu sudah terjadi berulang kali sejak Mei 2010 hingga Agustus 2012. Berdasarkan pengakuan tersangka, kata Supriadi, hubungan terlarang itu dilakukan bersama saksi korban pada siang hari saat istri pelaku atau ibu korban sedang keluar rumah.
 
“Kita juga sudah memperoleh hasil visum medis terhadap korban. Sesuai hasil visum itu saksi korban telah hamil 34,5 minggu atau sekitar delapan bulan dua minggu,” kata Supriadi.

Atas perbuatannya itu, Supriadi melanjutkan, tersangka Y alias B dijerat pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya minimal tiga tahun maksimal 15 tahun.

Ditemui di Mapolres Lhokseumawe, tersangka Y mengakui perbuatannya. Katanya, perbuatan terlarang itu dilakukan karena sering menonton film porno. Ia mengaku pertama kali meniduri anak kandungnya itu pada pertengahan 2010. “Terakhir pada Agustus 2012,” katanya.

Menurut Y, ia melakukan perbuatan terkutuk itu rata-rata dua kali setiap pekan di kamarnya. "Saya melakukan itu siang hari saat istri saya pergi ke rumah ibunya,” ujarnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply