Masjid di Tengah Asap Mesiu

Narathiwat atau Menara dalam bahasa Melayu adalah provinsi paling selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia. Di ibukota provinsi ini, Sabtu 23 Agustus lalu berlangsung dua perhelatan serempak: Hari Peduli Gaza di pekarangan Masjid Jami’, dan pengumpulan dana pembangunan Masjid Darul Ridhwan. Sebuah masjid yang terletak di depan Majelis Agama Islam dalam kompleks perkantoran pemerintahan Provinsi Narathiwat.

Sekiranya Hari Peduli Gaza berhasil mengumpulkan dana kemanusiaan untuk disumbangkan kepada bangsa Palestina lebih 1 juta Baht (kurs: 1 Bath setara Rp300), maka untuk pembangunan Masjid Darul Ridhwan terkumpul sebanyak 2,2 juta Baht. Dana tersebut murni dari swadaya masyarakat Narathiwat.

Thailand bagian selatan adalah bekas Kerajaan Melayu Patani yang dicaplok Bangkok pada tahun 1902, terdiri dari empat provinsi (Narathiwat, Pattani, Yala dan Satun)  dan empat distrik dalam provinsi Songkhla. 

Dalam provinsi Narathiwat yang populasi muslim sekitar 600 ribu dari total penduduknya 800 ribu jiwa. Jumlah masjid di provinsi ini sebanyak 646 buah, yang hampir seratus persen dibangun dengan dana swadaya masyarakat. Kalau sebelumnya pengumpulan dana dengan cara mengadakan kenduri, mengundang warga masyarakat makan-makan sambil menderma. Untuk pembangunan Masjid Darul Ridhwan, imbauan untuk mengumpulkan dana hanya disampaikan kepada para imam. Jadi para imam inilah ujung tombak yang berhubungan langsung dengan makmum di daerah masing-masing.

Seperti dituturkan Sekretaris Majelis Agama Islam Narathiwat, Haji Mustafa Abdullah, dengan cara ini ternyata cukup efektif dan efisien. Yang tergerak hati mau menyumbang, tidak perlu datang sendiri-sendiri ke lokasi masjid seperti sebelumnya, cukup dititipkan melalui imam mukim masing-masing.
Majelis Agama Islam di Thailand tidak lebih dari LSM (swasta) yang digagaskan para ulama beberapa dekade silam dalam ikut membantu menyelesaikan masalah umat. 

Tiap Majelis Agama Islam di empat provinsi Thailand bagian selatan dianggotai 15 orang, yang dipilih langsung oleh para imam masjid. Komite yang berfungsi sebagai penasehat gubernur dalam urusan yang berhubung dengan agama Islam dan penganutnya. Dan komite ini berada di bawah kantor urusan Islam tingkat nasional yang dikepalai Chula Rajamontri atawa Syeikhul Islam. Sementara Syeikhul Islam sendiri bertanggungjawab langsung kepada dua instansi, Kementerian Pendidikan dan Kementerian Dalam Negeri.

Berangkat dari pengalaman model pengumpulan dana untuk pembangunan Masjid Darul Ridhwan ini, ujar Haji Mustaffa, nantinya bisa dipakai semacam arisan di mana secara bergilir dapat membangun masjid baru atau merenovasi masjid dari dana masyarakat lewat masjid-masjid di seluruh provinsi.

Thailand bagian selatan yang sebelum dijajah Bangkok terkenal dengan nama Patani Darussalam adalah cikal bakal Kerajaan Langkasuka, yang membentang di utara pantai timur Semenanjung Tanah Melayu (kini Semenanjung Malaysia). Sejak Januari 2004 hampir tiap hari terjadi insiden baku tembak di antara aparat keamanan yang Buddha dengan kelompok pejuang Islam yang ingin mendapatkan kemerdekaan tanahair mereka.

Kejadian pengeboman juga semakin hari kian meningkat volume dan frekuensinya. Dalam satu dekade belakangan ini sudah lebih dari lima ribu nyawa yang hilang dari kedua pihak, muslim dan buddhis.

Di tengah-tengah asap mesiu itu masjid-masjid dan aktivitas keagamaan tetap tumbuh subur. Dan seperti dikatakan Haji Mustaffa, Masjid Darul Ridhwan yang kelak bisa menampung 800 jemaah dan menelan beaya 20 juta Baht itu akan rampung dalam dua tahun. 

“Dan, dana pembangunan masjid murni swadaya masyarakat,”imbuh Haji Mustaffa. Lokasi masjid yang seakan duplikasi Masjidil Aqsa itu terletak dalam air seperti jamaknya masjid terapung.[] Ahmad Latif

  • Uncategorized

Leave a Reply