Masalah Ijazah yang Tak Diakui, Mahasiswa STMIK Bina Bangsa Datangi PWI Bireuen

BIREUEN – Belasan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa datangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Bireuen di Jalan T Nyak Arif No 221, Bireuen, Kamis malam, 1 November 2012.

Kedatangan puluhan mahasiswa untuk menyampaikan keterangan kepada wartawan perihal masalah ijazah mereka yang tidak diakui Dikti. Para mahasiswa secara bergiliran menyampaikan secara detail masalah yang mereka hadapi. Mulai dari ijazah mereka yang tidak diakui saat melamar pekerjaan serta ada mahasiswa yang sedang kuliah jurusan Teknologi Informatika, ternyata jurusan tersebut belum terakreditasi.

Para mahasiswa bertandang ke PWI sebagai rangkaian langkah lanjutan dari unjuk rasa yang mereka gelar baik di Lhokseumawe dan Bireuen beberapa hari lalu. Bahkan mahasiswa sudah melakukan audiensi dengan pengurus Yayasan Bina Bangsa di kampus Universitas Almuslim, Rabu 31 Oktober 2012, termasuk dengan pengurus yayasan Bina Bangsa, Amiruddin Idris, yang juga Rektor Universitas Almuslim, tetapi belum ada tanda-tanda masalah dapat diselesaikan.

Para mahasiswa penerus bangsa yang merasa tertipu dengan ulah pengurus yayasan itu mengeluarkan sejumlah bukti termasuk surat pernyataan yayasan. Begitupun, mereka berharap, persoalan yang dihadapi dapat segera diselesaikan supaya pengorbanan biaya dan waktu mereka kuliah tidak sia-sia. Hingga pukul 22.30 wib tadi, mahasiswa masih menyampaikan keterangan. 

Diberitakan sejumlah media sebelumnya, puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen  Informatika dan Komputer (STMIK) Yayasan Bina Bangsa Lhokseumawe yang kuliah di kampus STIE Yayasan Kebangsaan Bireuen, unjuk rasa di depan kampus STIE Kebangsaan di jalan Banda Aceh-Medan, Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Selasa (23/10/2012). [ ]

  • Uncategorized

Leave a Reply