Marlina Usman: Produk Kerajinan Tangan Harus dibarengi Inovasi

KETUA Harian Dekranasda Aceh yang juga istri Wakil Gubernur Aceh Marlina Usma mengatakan produk kerajinan Aceh (bordir) tidak bisa bertahan bila tidak dibarengi dengan inovasi dan peningkatan kualitas.

“Kerapian sulaman dan perpaduan warna benang juga harus diperhatikan, agar produk yang dihasilkan  lebih variatif,” ujar Marlina Usman saat menghadiri acara Pembinaan dan Penilaian Desa Kerajinan di Aceh Jaya, Rabu, 7 Mei 2014.

Dalam acara tersebut, Marlinan Usman juga menyerahkan bantuan kepada pengrajin sulaman benang emas di Gampong Paya Baro, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya.

Menurut Marlina Usman, berbagai produk bordir sulaman benang emas akan lebih menarik dan diminati serta mudah dipasarkan jika diselaraskan dengan kualitas produknya, baik dari pemakaian bahan maupun keserasian aksesoris. Ia juga sangat bahagia mengingat produk kerajinan bordir Aceh digemari oleh masyarakat dalam dan luar daerah.

“Saya mendapat informasi bahwa di Gampong Paya Baro ini terdapat sentra produksi kerajinan sulaman benang emas yang telah dilakukan secara turun temurun oleh ibu-ibu, ini sangat bagus dan harus dilestarikan,” ujar Kak Na, panggilan akrab Marlina Usman.

Selain sulaman benang emas, di Aceh juga terdapat kerajinan tangan yang khas seperti tenunan sutra, rencong dan kerajinan kayu. Sulaman benang emas Aceh adalah jenis rajutan yang memakai dua jenis benang. Secara tradisional digunakan benang sutra atau benang yang berwarna metalik (perak). Tetapi sekarang secara umum benang emas dicampur dengan bahan yang dasarnya katun.

Benang yang lainnya adalah katun berwarna dengan motif yang telah di desain. Lapisan sulaman ada yang dilapisi dengan kertas karton agar menimbulkan kesan tiga dimensi, untuk menambah pernak-pernik kilauannya ditambah payet-payet.

Dalam kesempatan yang penuh keakraban itu, Kak Na turut pula memberikan apresiasi kepada para pengrajin tradisonal di sentra produksi kerajinan sulaman benang emas di gampong tersebut.

“Suatu hal yang sangat istimewa bagi saya, kita dapat bertatap muka langsung, meskipun acara ini sederhana namun sangat penting untuk memacu semangat pengembangan industri kerajinan di Aceh khususnya di gampong ini,” kata Kak Na.

Kegiatan Pembinaan, Penilaian Desa Kerajinan di gampong Paya Baro Aceh Jaya ini selain dihadiri Kadis Perindag Aceh Safwan, SE, juga hadir Ketua Dekranasda Aceh Jaya yang juga istri Bupati Aceh Jaya Fitri Mayalisa, Camat Teunom Hendri Gunawan, S.Pdi, Kapolsek Teunom Ipda Iswandi, anggota dan pengurus Dekranas Aceh Jaya serta diikuti ratusan pengrajin sulaman emas kecamatan setempat.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply