Maradona ancam tinggalkan Indonesia jika…

KETUA Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI) yang juga ketua Promotor kedatangan Maradona, Eddy Sofyan, menegaskan, kehadiran Maradona di Indonesia hanya bertujuan sebagai duta sepakbola dan bukan alat politik.

Tadi pagi, berhembus kabar jika sosok Maradona akan dimanfaatkan oleh daerah tertentu untuk kegiatan politik. Seperti diketahui, legenda sepakbola Argentina tersebut akan mengunjungi Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya.

Menurut Eddy, pemain berbadan tambun itu telah mencium isu tersebut saat bertemu dengan perwakilan Kedubes Argentina, Gustavo Hector Mendez di ruang imigrasi Bandara Soekarno-Hatta. Dan, Maradona mengancam akan meninggalkan Indonesia secepat mungkin jika rumor tersebut ternyata benar.

Pihak penyelenggara saat ini tengah mempertimbangkan menghapus rangkaian event di kota tersebut. Sebab, dalam kontrak telah disepakati, Maradona datang ke Indonesia membawa misi sepakbola bukan politik. Meski Eddy enggan menyebutkan daerah mana yang dimaksud.

"Maradona mengatakan: saya ke sini bertindak sebagai pemain sepakbola bukan sebagai ikon untuk misi politik. Jika seperti itu, secepatnya akan kembali ke Argentina. Dia tidak ingin kedatangannya ke Indonesia untuk tujuan politik," kata Eddy.

Eddy menegaskan, tujuan mendatangkan pemain yang terkenal dengan gol "Tangan Tuhan" itu murni untuk mengembangkan sepakbola di Indonesia. Tidak ada tujuan lain selain sepakbola.

"Kami hati-hati dalam bertindak. Legalnya juga sudah memperingatkan saya mengenai hal ini. Maradona pernah memenangkan gugatan di China sebesar US$500 ribu karena fotonya digunakan untuk game online," cerita Eddy.[] sumber : viva

  • Uncategorized

Leave a Reply