Mantan Presiden Liberia Divonis 50 Tahun Penjara

LIBERIA-Mantan Presiden Liberia, Charles Taylor, diganjar hukuman 50 tahun penjara oleh Mahkamah Kejahatan Perang Internasional atas keterlibatannya dalam perang sipil Sierra Leone pada 1991 hingga 2002.

Diberitakan Al Jazeera, Rabu 30 Mei 2012, Taylor dinyatakan bersalah atas 11 tuduhan. Di antaranya, pembunuhan, pemerkosaan, perekrutan tentara anak-anak dan perbudakan seks pada perang saudara di Sierra Leone. Sebanyak 50.000 orang tewas dalam perang yang berlangsung selama 11 tahun sejak 1991 itu.

Saat memimpin Liberia, lelaki 64 tahun bersalah karena memasok persenjataan, makanan, perlengkapan medis, dan bahan bakar untuk tentara Front Persatuan Revolusi (RUF) yang ingin menggulingkan pemerintahan Joseph Momoh. Bantuan ini kemudian digunakan RUF untuk membantai rakyat Sierra Leone.

Atas bantuannya kepada RUF, Taylor kerap mendapatkan berlian dari berbagai tambang ilegal di negara tersebut. Termasuk yang diterima supermodel Inggris Naomi Campbell.

Awalnya, jaksa menginginkan supaya pria 64 tahun ini dipenjara selama 80 tahun. Namun kantor berita BBC melaporkan, hakim Richard Lussick menilai durasinya terlalu berat untuk keterlibatannya dalam perang Sierra Leone, dan memberinya hukuman 50 tahun.

Yang memberatkan hukuman Taylor adalah ia tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan, karena selama ini Taylor selalu bersikukuh dirinya tidak bersalah. Besar kemungkinan dia akan mengajukan banding terkait hukuman kurungan yang diterimanya.

Namun, hakim dan jaksa telah sepakat bahwa usia senja Taylor dan fakta bahwa dia masih memiliki keluarga tidak akan berdampak apapun pada masa hukumannya. Di sisi lain, tim pengacara Taylor merasa hukuman itu terlalu berat.

"Klien kami dinyatakan bersalah atas peran yang dilakukannya secara tidak langsung. Seharusnya dia tidak dipersalahkan seperti ini atas apa yang terjadi di Perang Sierra Leone," demikian alasan mereka. | sumber:vivanews

  • Uncategorized

Leave a Reply