Mantan Kombatan: Seluruh TNA Harus Kembali Bersatu

Mantan Kombatan: Seluruh TNA Harus Kembali Bersatu

BANDA ACEH – Seluruh mantan kombatan GAM diminta kembali bersatu dalam memperjuangkan perdamaian dan butir-butir MoU Helsinki. Perpecahan dinilai hanya membuat Aceh tak lagi dihargai oleh pemerintah pusat.

“Kita selalu bertanya-tanya, kenapa posisi Aceh tak lagi sepadan dengan RI? Kenapa soal bendera, Migas serta pengalihan wewenang pertahanan belum selesai? Ini karena kita pecah, jadi Jakarta tak lagi dengan perjanjian Helsinki. Ingin dihargai? Seluruh TNA harus kembali bersatu,” kata mantan kombatan GAM asal Seuneudon, Kabupaten Aceh Utara, Ali Ulee Reubek, kepada portalsatu.com di Banda Aceh, Kamis malam 9 Juli 2015.

“Seluruh mantan kombatan mari kita kembali persatu. Ini mohon ditanggapi oleh pimpinan kami. Mari kita renungkan apa yang raih hari ini dengan cita-cita perjuangan awal,” kata Ali lagi.

“Apa yang kita raih dengan perpecahan ini? Apa yang kita peroleh dengan saling menghujat dan memaki? Sementara urusan kita dengan Jakarta belum selesai. Ada banyak butir-butir MoU Helsinki yang belum tuntas,” ujar Ali.

Kata Ali, demikian juga dengan Pilkada 2017 ini. Jika orang KPA kalah, maka apa yang menjadi harapan di MoU Helsinki juga akan sirna.

“Kuncinya, KPA masih bisa mendapatkan hati masyarakat. Namun harus bersatu. Harus ada calon tunggal dari KPA. Keputusan ini kemudian didukung oleh seluruh anggota KPA,” kata Ali.

Sebelumnya diberitakan, Komite Peralihan Aceh (KPA) juga disarankan perlu segera membuat rapat konsolidasi akbar ban sigom Aceh.

Hal ini dinilai penting untuk membahas isu-isu internal organisasi mantan kombatan itu selama ini.

“Saya menyarankan perlu segera ada rapat akbar KPA ban sigom Aceh di Banda Aceh. Ini untuk membahas persoalan internal yang sangat mendesak,” kata Ali Reubek.

“Kemunculan Din Minimi, Din Robot serta adanya anggota KPA yang mengepung pendopo adalah persoalan serius. Ini persoalan internal. Dengan kata lain ada komunikasi yang terputus dari atasan kepada bawahan,” kata Ali Reubek.

Rapat ini, kata Ali, bertujuan untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi selama ini.

“Kalau komunikasi bagus tak mungkin ada pengepungan pendopo. Kalau bisa pertemuan ini melibatkan semua mantan kombatan GAM. Semua harus diundang. Ini usulan saya, mohon ditulis,” kata kombatan ini.

Ali juga mengatakan, terlebih saat ini Mualem mengumumkan diri sebagai calon Gubernur Aceh pada pilkada 2017.

“Makanya pencalonan ini harus didukung oleh seluruh eks kombatan. KPA harus satu suara. Dari atas hingga ke bawah harus mendukung Mualem, satu intruksi dari dulu semasa konflik,” kata Ali. [] (mal)

Leave a Reply