Manfaat Buah dari Warnanya

Buah belum menjadi menu wajib dalam porsi makanan sehari-hari kita dibandingkan karbohidrat dan protein. Padahal, buah menyediakan semua kebutuhan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
___________________________________

Gampang sakit dan kulit terlihat kusam. Dua hal itu sinyal yang dikirimkan tubuh akibat kekurangan vitamin. Sayangnya sedikit orang yang peka dengan tanda-tanda tersebut.

Vitamin merupakan komponen penting yang sangat dibutuhkan tubuh. Karena tidak bisa dihasilkan oleh tubuh, vitamin harus disuplai dari luar melalui asupan makanan. Kadar vitamin yang dibutuhkan tubuh sebenarnya hanya dalam jumlah kecil, tetapi sifatnya mesti rutin.

Jika kebutuhan ini kurang, sistem metabolisme akan terganggu karena fungsinya tidak bisa digantikan dengan senyawa lain. Akibatnya, tubuh mengalami gangguan kesehatan, seperti turunnya sistem kekebalan tubuh dan gangguan lainnya.

Salah satu sumber makanan penghasil vitamin adalah buah-buahan. Bila seseorang rajin mengonsumsi buah-buahan, ia sudah turut andil menjaga vitalitas tubuh.

“Yang paling bagus dikonsumsi adalah buah-buahan segar yang baru dipetik dari pohonnya karena masih bergetah. Jika getahnya sudah kering atau buahnya sudah layu, kandungan vitamin sudah berkurang,” kata Cut Risya Firlana, S. Ked. kepada The Atjeh Times, Rabu pekan lalu.

Ia juga menganjurkan sebaiknya rajin mengonsumsi buah-buahan, terutama buah lokal dibandingkan buah-buahan impor. Buah lokal yang dimaksud Cut Risya adalah buah-buahan yang memang berasal dari daerah setempat. “Jadi, kalau kita di Banda Aceh, ya, buah lokalnya itu dari Banda Aceh atau dari Aceh,” ujarnya.

Buah-buah lokal menurutnya lebih terjamin kealamiannya dibandingkan buah-buahan impor. Buah-buah dari luar, kata Cut Risya, umumnya banyak yang diawetkan karena itu cenderung bertahan lama.

Ia juga mewanti-wanti bila harus mengonsumsi buah-buah impor, seperti apel, pir atau anggur, sebaiknya dikupas terlebih dahulu. Ini penting untuk menghindari zat-zat kimia pengawet yang biasanya terdapat di kulit buah.

Buah juga mengandung antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Antioksidan merupakan zat yang mampu memperlambat terjadinya proses oksidasi. Tingginya tingkat radikal bebas dalam diri seseorang bisa dapat menyebabkan penuaan dini. Di tingkat lebih parah, memicu kanker.

Buah-buahan juga memiliki kandungan air dan serat tinggi. Kedua kandungan ini membuat perut menjadi kenyang. Karena itu, buah sangat baik dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalankan program diet. Serat juga baik untuk melancarkan pencernaan lambung sehingga proses metabolisme tubuh lebih lancar. Otomatis tubuh terasa lebih ringan dan bugar.

“Yang perlu diperhatikan pola konsumsinya. Usahakan konsumsi buah secara teratur setiap hari. Meskipun dikonsumsi dalam jumlah banyak, tapi tidak teratur sama saja, tidak akan berfungsi dengan baik,” kata kandidat pertukaran pelajar Indonesia-Australia ini.

 

Cut Risya juga menyarankan konsumsi buah dilakukan sebelum mencerna makanan berat atau karbohidrat. Jika buah dikonsumsi setelah makanan berat, dikhawatirkan bakal meningkatkan gas lambung.

“Jadi, itu penyebab banyak orang masuk angin setelah makan buah, padahal karena pola makannya yang salah, begitu juga setelah makan buah sebaiknya tidak terlalu lama mengonsumsi makanan berat,” ujarnya

Berikut adalah vitamin yang dihasilkan berdasarkan warna buah.

Putih

Buah-buahan berwarna putih mengandung anthoxanthins, yaitu senyawa kimia yang dapat membantu jantung lebih sehat dan menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Contohnya jamur, kentang, pisang, bawang putih, kol, lobak, kembang kol, dan taoge.

Merah

Buah dan sayur berwarna merah banyak mengandung likopen yang berfungsi menjaga kesehatan sel dan mampu mengurangi risiko kanker. Contohnya tomat, stroberi, semangka, apel, bit, paprika, ceri, dan anggur merah.

Jingga

Mengandung betakaroten dan alphakaroten yang baik untuk kesehatan dan melawan sel-sel kanker. Buah-buah berwarna oranye juga banyak mengandung vitamin C yang baik untuk tubuh. Contohnya ubi jalar, jeruk squash, wortel, blewah, labu, persik, mangga, aprikot, dan pepaya.

Biru-Ungu

Sayur dan buah warna ungu mengandung magnesium, laksatif atau pencahar, dan pektin. Contohnya terong, anggur, dan kismis.

Cokelat

Makanan warna ini umumnya terdapat pada roti, biji-bijian, sereal, dan kacang-kacangan. Biji-bijian kaya akan vitamin B yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh mengurai kalori menjadi energi. Selain itu, juga bagus untuk membuang racun dalam tubuh.

Hijau

Warna hijau pada sayuran menandakan adanya hubungan kandungan sulforaphane, isothiocyanate dan indoles. Ketiga unsur itu dipercaya dapat memecah unsur kimia penyebab sel kanker. Selain itu, kandungan klorofil yang terdapat dalam sayur dan buah berwarna hijau berfungsi sebagai antioksidan. Contohnya brokoli, selada, dan bayam.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply