Makna Lain Hari Perjanjian Damai Bagi Hasan Tiro

PEMERINTAH Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani perjanjian damai MoU Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005 silam. 

Namun, 15 Agustus rupanya benar-benar merupakan hari perdamaian bagi Tengku Hasan Tiro, deklarator Gerakan Aceh Merdeka. 

Ini berawal pada 15 Agustus 1954. Hari itu, Hasan Tiro yang sebelumnya mengepalai bidang riset ekonomi di Kantor Indonesian Information Office di Amerika Serikat, resmi dicabut statusnya sebagai warga negara Indonesia. Itu lantaran sebelumnya Hasan Tiro melayangkan surat protes terhadap Pemerintah Indonesia atas sejumlah kasus pembunuhan selama pergerakan DI/TII yang dimotori Teungku Daud Beureueh sejak 21 September 1953. 

Setidaknya, begitulah yang dicatat koran The New York Times ketika menulis tentang ultimatum pemerintah Amerika agar Hasan Tiro meninggalkan Amerika terhitung 1 November 1954. 

"Since Aug.15, when he broke with his Government, his Indonesian credentials have been invalidated (sejak 15 Agustus, ketika dia bermusuhan dengan pemerintah, statusnya sebagai warga negara Indonesia tidak lagi diakui)," tulis New York Times dalam artikel berjudul Told to Leave Country, Ex-Indonesia Official Faces Deporting After Nov.1. (Lihat dokumen beritanya di sini: Begini New York Times Beritakan Hasan Tiro Diusir Amerika

Entah disengaja atau tidak, 51 tahun kemudian, pada 15 Agustus 2005, Gerakan Aceh Merdeka yang dipimpin Hasan Tiro, menandatangani perjanjian damai dengan Pemerintah Indonesia. Meski Hasan Tiro tak ikut meneken, namun Wakil GAM Malik Mahmud Al-Haytar memastikan perdamaian itu atas restu Hasan Tiro.

Penandatanganan itu diikuti dengan pemberlakuan status otonomi khusus bagi Aceh lewat Undang-undang Pemerintahan Aceh.

Hasan Tiro pun yang sebelumnya menetap di Swedia sejak awal 1979, kembali ke Aceh pada Oktober 2008. Sempat kembali ke Swedia, ia kemudian kembali lagi ke Aceh hingga malaikat maut menjemputnya di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh  pada 3 Juni 2010. Hasan Tiro dimakamkan di Meureu, Indrapuri, Aceh Besar, berdampingan dengan buyutnya Teungku Chik di Tiro. []

  • Uncategorized

Leave a Reply