Mahasiswa Unsyiah Tuntut Pemilu Damai

PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM Unsyiah) menuntut seluruh pihak terkait untuk menciptakan pemilu bersih dan damai, termasuk menjauhi praktik politik uang. Hal itu disuarakan dalam aksi deklarasi pemilu damai di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (6/2).

Dalam aksi yang berlangsung selama satu jam itu, para mahasiswa meneriakkan tuntutannya agar tidak ada unsur SARA yang dapat mengotori pelaksanaan Pemilu 2014.

“Kami mahasiswa Unsyiah mewakili mahasiswa Aceh, mahasiswa Indonesia dan juga rakyat akan memperjuangkan pemilu damai. Kami menuntut agar Pemilu 2014 berlangsung bersih dan damai. Kami tolak semua bentuk kekerasan, penembakan, intimidasi, dan politik uang,” kata orator saat aksi berlangsung.

Dalam aksi yang dikoordinir T Raiyyan Fajrun, para mahasiswa mengajak masyarakat untuk proaktif menyukseskan Pemilu 2014 yang bersih dan damai, serta memilih pemimpin yang berkualitas. “Jika ada partai atau caleg yang memberi kalian uang untuk memilih mereka. Maka jangan pilih mereka,” teriak orator melalui pengeras suara.

“Kita sering membaca di media terjadinya tindak kekerasan, penembakan, dan penganiayaan dalam pelaksanaan pemilu. Karenanya aksi ini kita lakukan sebagai upaya antisipasi menghindari atau menghentikan hal itu terjadi lagi. Kita harap partai dan pemerintah serta masyarakat dapat bersama-sama ikut berpartisipasi mewujudkan pemilu bersih dan damai,” katanya.

Untuk mewujudkan pemilu bersih dan damai, BEM Unsyiah menyatakan sikap antara lain meminta agar pelaksanaan pemilu harus bebas intimidasi dan politik kotor, menolak golput, meminta dengan tegas pemerintah beserta seluruh elemen politik untuk dapat memberikan pendidikan politik yang bermartabat kepada masyarakat, mengutuk keras penggunaan fasilitas negara yang digunakan sebagai alat kampanye, dan mengimbau pemerintah serta masyarakat untuk ikut mengawal proses pemilu di Aceh khususnya.

Amatan Serambi, tuntutan dan harapan para mahasiswa itu juga dituliskan pada spanduk dan karton yang berbunyi “parpol berdamai, pemilu damai”, “tolak intimidasi”, “pemilu beujadeh rakyat bek ditipeu”, dan “wujudkan pemilu damai”.

Selain itu, para mahasiswa juga mengalungkan 15 bendera parpol peserta pemilu di dada mereka dan saling bergandengan. Aksi itu sebagai simbol keharmonisan antarpartai pada Pemilu 2014 mendatang. Aksi itu juga mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. | sumber: serambinews.com

  • Uncategorized

Leave a Reply