Mahasiswa Nilai Penyaluran Beasiswa di Aceh Selatan Tidak Tepat Sasaran

Mahasiswa Nilai Penyaluran Beasiswa di Aceh Selatan Tidak Tepat Sasaran

BANDA ACEH – Gerakan Mahasiswa Aceh Selatan (GeMaS) menilai penyaluran beasiswa untuk mahasiswa oleh pemerintah setempat tidak tepat sasaran.

“Setelah kita cek pengumuman penerima beasiswa tersebut, banyak berasal dari mahasiswa yang mampu dan penerima yang tidak lagi berstatus mahasiswa bahkan telah wisuda,” ujar Sekretaris GeMaS/Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua(IMPS), Hariyadi, melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Rabu, 30 September 2015.

Padahal, kata dia, selama ini pemerintah Aceh Selatan melalui DPKKA Aceh Selatan berulang kali mengatakan beasiswa tersebut diperuntukkan untuk mahasiswa kurang mampu yang sedang thesis (untuk S2), dan mahasiswa yang sedang siskripsi (S1). Dia menilai apa yang disampaikan oleh pemerintah tersebut ibarat meludah ke atas.

“Apa yang disampaikan bertolak belakang dengan pelaksanaannya. Sehingga wajar publik menilai penyalurannya menganut sistem asal wajar saja,” katanya.

“Kita meragukan proses seleksi yang dilakukan pemkab melalui instansi tekait, kinerjanya sangat buruk sehingga cukup banyak terjadi kebocoran. Ini beasiswa untuk kurang mampu atau untuk yang mampu, indikatornya juga tidak jelas,” ujarnya lagi.

Dia menilai jika untuk penyaluran Rp 500 juta saja Pemkab Aceh Selatan tak becus, bagaimana mungkin tahun depan dapat penghargaan WTP. “Jika pengelolaan keuangannya terus tidak tepat sasaran begini,” katanya.

Hal ini diperparah dengan anggaran beasiswa pada pemerintahan SAKA dipangkas, sehingga hanya tinggal Rp 500 juta.

“Kedatipun rencana akan ditambah di APBK Perubahan sebesar Rp 250 juta lagi, maka jumlahnya hanya Rp 750 juta. Pelaksanaannya tidak tepat sasaran pula, sungguh mengecewakan. Sangat berbeda dan mengangkangi apa yang disampakan Bupati Aceh Selatan pada saat audiensi dengan perwakilan paguyuban mahasiswa se-Aceh Selatan tempo hari. Sehingga semakin jelas bahwa pemkab Aceh Selatan tidak peduli dengan nasib pendidikan dan mahasiswa Aceh Selatan,” kata Hariyadi.[](bna)

Leave a Reply