Mahasiswa Aceh: Usir Dubes Myanmar dari Indonesia

Mahasiswa Aceh: Usir Dubes Myanmar dari Indonesia

JAKARTA – Puluhan mahasiswa Aceh di Jakarta dari berbagai universitas dan juga mahasiswa asal Kota Bandung, melakukan aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya. Aksi berlangsung di Bundaran HI Jakarta, Minggu 31 Mei 2015.

Muhammad Subki, koordinator aksi yang juga Ketua Rumoh Komunikasi Pemuda Aceh Jakarta dalam orasinya mengatakan, saat ini telah banyak masyarakat membicarakan isu muslim Rohingya.

“Indonesia harus protes terhadap Myanmar bila perlu Indonesia lobi Negara-Negara anggota Asean untuk keluarkan Myanmar dari anggota Asean, apa yang harus kita lakukan agar Pemerintah Myanmar untuk berhenti menyakiti etnis Rohingya. Rohingya salah satu etnis minoritas yang di juluki manusia perahu karena melarikan diri via laut menuju Negara tujuan mereka,” ujar Muhammad Subki.

Teuku Azril, Ketua Umum Save Our Indonesia yang juga turut hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang tidak berani mengambil sikap tegas terhadap Pemerintah Myanmar.

“Kenapa Pemerintah Indonesia tidak mengusir saja Dubes Myanmar. Apa yang Indonesia impor dari Myanmar, sehingga terkesan Indonesia tidak berani protes terhadap Pemerintah Myanmar terkait Rohingya,” kata tokoh pemuda Aceh Malaysia yang juga pengurus pada Komunitas Masyarakat Aceh Malaysia ini.

Teuku Azril yang sekarang bermukim di Jakarta mengatakan Indonesia harus menunjukkan sikap tegasnya terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan Pemerintah Myanmar.

“Cara yang tepat untuk protes Pemerintah Myanmar adalah setiap negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Myanmar agar mengusir Dubes Myanmar dari negara tersebut sekaligus menghentikan kerjasama apapun, jika Pemerintah Myanmar tidak berhenti menyakiti etnis Rohingya,” ujarnya .

Aksi tersebut berlangsung dari pukul 17.00 WIB – 21.00 WIB. Salah satu aktifis mahasiswa Universitas Indonesia, Muntasir Ramli yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh, membacakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah Indonesia. Salah satunya, meminta Pemerintah Indonesia untuk menyuarakan tuntutan hak warga negara Rohingya di myanmar serta memberikan sanksi di forum PBB.

“Jika tuntutan ini tidak gubris, maka kami akan unjuk rasa besar-besaran ke Kedutaan Myanmar,” ujarnya. [] (mal)

Leave a Reply