Maghfirah: Jadi Qariah Bukan Cuma Soal Irama Al Quran

Nama Maghfirah Hussein menjadi buah bibir setelah video lantunan ayat sucinya yang menyentuh hati beredar di sosial media. Potongan ayat Al Quran surat Al Anfal ayat 1-6 yang dibawakan dengan irama Timur Tengah itu menarik perhatian banyak orang. Banyak yang menaruh kagum pada kualitas suara gadis itu.

Maghfirah lahir di Gampong Blang Kuta Dua Meunasah, Kecamatan Simpang Mamplam 19 tahun silam. Tepatanya pada 31 Desember 1995.

Putri kedelapan dari sembilan bersaudara pasangan M Husen Ahmad dan Nurjanah ini menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman. Pendidikan dasarnya ia tempuh di MIN Simpang Mamplam. Usai itu ia melanjutkan ke MTsN dan MAN di Samalanga.

Setelah lulus pada pertengahan 2014 lalu Maghfirah melanjutkan kuliahnya ke Banda Aceh. Kini ia tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Agama Islam di STAI Teungku Chik Pantee Kulu Banda Aceh.

“Sekarang baru semester pertama,” kata Maghfirah kepada ATJEHPOST.co melalui telepon selularnya hari ini, Senin 1 Desember 2014.

Sejak kecil Maghfirah memang telah begitu akrab dengan kitab suci. Ayahnya yang seorang qari merupakan guru pribadinya yang telah mendidiknya hingga menjadi seorang qariah seperti sekarang.

Untuk menguji kemampuannya, sejak usia delapan tahun Maghfirah mulai mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Quran. Tak hanya di tingkat kabupaten saja, ia juga dikirim hingga ke tingkat provinsi mewakili daerahnya.

Bagi Maghfirah menjadi seorang qariah bukan sekadar menikmati lantunan iramanya yang enak di dengar saja. Tapi lebih dari itu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan dikaji seperti memahami maknanya yang membuatnya semakin mencintai Al Quran.

“Kalau sudah ngaji rasanya sangat senang, karena kita bisa pelajari tajwidnya, jadi bukan cuma lihat iramanya saja. Makanya waktu ngaji selalu dihayati.” Katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply