Logo Google hari ini mengenang antropolog penemu fosil nenek moyang manusia

JIKA Anda membuka Google hari ini, 6 Februari 2013 Anda akan melihat doodle atau logo Google yang berbeda. Gambar kartun seorang perempuan bertopi, dengan posisi duduk terlihat seperti sedang mengerjakan sesuatu. Ia memegang sebuah sekop mini dengan mata runcing berupa segitiga. Beberapa perlatan serupa lainnya tergeletak di samping perempuan itu.

Perempuan dalam kartun itu juga terlihat seperti sedang memeriksa sebaris bekas telapak kaki. Di belakangnya juga ada dua ekor anjing. Sementara kondisi tanah di sekitarnya terlihat polos dengan warna kuning kecokelatan tanpa pepohonan.

Doodle itu sengaja ditampilkan untuk memperingati Mary Leakey. Wikipedia mencatat Mary adalah arkeolog sekaligus antropolog Inggris yang lahir di London, 6 Februari 1913. Ia meninggal di Nairobi, Kenya, dalam usia 83 tahun pada 9 Desember 1996.

Ia merupakan antropolog yang menemukan fosil tengkorak Proconsul yang diduga sebagai nenek moyang manusia. Proconsul adalah jenis primata yang hidup lebih dari lima hingga 23 juta tahun lalu pada zaman Miosen. Sisa-sisa fosil ini ditemukan di Afrika Timur, seperti Kenya dan Uganda. Selain itu Mary juga menemukan tengkorak Zinjathripus di Olduvai Gorge.

Dalam berkarir, ia banyak bekerjasama dengan suaminya, Lous Leakey, terutama saat mengungkap keberadaan alat dan fosil hominines kuni di Olduvai Gorge. Mary juga mengembangkan sebuah sistem untuk mengklasifikasikan alat-alat batu yang ditemukan di Olduvai. Ia juga menemukan jejak-jejak kaki purba di Laetoli.

Pada tahun 1960, ia menjadi direktur penggalian di Olduvai, kemudian mengambil alih dan membuat staf sendiri. Setelah suaminya meninggal, ia menjadi palaeoanthropologist terkemuka, membantuk mendirikan tradisi Leakey dengan melatih anaknya, Richard, di lapangan.

Tahun 1930-1934 ia magang di lembaga arkeologi Dorothy Liddell di Hembury di Devon, Inggris. Tahun 1934 ia termasuk tim dalam penggalian di Swanscombe yang menemukan gigi gajah terbesar yang sangat terkenal di Inggris pada saat itu.

Kemudian sekitar tahun 1935-1959 ia menghabiskan waktunya di Olduvai Gorge, di dataran Serengeti Tanzania Utara. Di sana ia menemukan peralatan-peralatan purba seperti instrument batu dan kapak tangan. Alat-alat tersebut berdasarkan penelitiannya berasal dari Zaman Batu yang hidup pada masa 100 ribu hingga dua juta tahun silam. Oktober 1948 ia menggali tengkoran Proconsul africanus di Rusinga Island.

Setelah suaminya meninggal ia melanjutkan pekerjaan di Olduvai dan di Laetoli. Di sana ia menggali situs-situs dan menemukan fosil hominim yang diduga hidup pada masa sekitar 3,75 juta tahun sebelumnya. Ia juga menemukan 15 spesies baru hewan lain dan satu genus baru.

Sejak tahun 1976-1981 Mary dan stafnya telah bekerja untuk mengungkap keberadaan hominid Laetoli yang jejaknya tersisa di antara abu vulkanik. Jejak-jejak itu diduga berasal dari masa sekitar 3,6 juta tahun lalu. Pada tahun-tahun berikutnya penemuan tersebut terus diteliti di Olduvai dan Laetoli. Nah, penemuan dan penelitiannya inilah yang menjadi inspirasi Google dan menjadikannya sebagai doodle hari ini.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply