Lima Ide Terbaik Pelajar Aceh Documentary Junior Akan Diproduksi

SEBANYAK 24 siswa SMA dari Banda Aceh, Aceh Besar dan Sigli berkumpul di Kantor Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh-Sumut untuk mengikuti “Present Forum” pada Minggu, 18 Januari 2015.

“Ini merupakan salah satu rangkaian tahapan dalam program Aceh Documentary Junior, yaitu competisi ide cerita film dari para pelajar tingkat SMA dan selanjutnya akan dipilih 5 ide terbaik untuk diproduksi,” ujar Arziqi Mahlil, koordinator program Aceh Documentary Junior kepada ATJEHPOST.co, Senin, 19 Januari 2015.

Aceh Documentary sebelumnya juga telah memberikan pelatihan kepada 24 siswa dari Banda Aceh, Aceh Besar dan Sigli. Ke-24 Siswa tersebut kemudian tergabung dalam 12 tim dipersilahkan kembali ke daerah masing-masing guna melakukan riset ide film.

Selanjutnya ide film tersebut akan dipresentasikan di depan dewan juri untuk diseleksi sebagai 5 ide cerita terbaik. Nantinya, kata Arziqi, lima ide terbaik tersebut akan difasilitasi oleh Aceh Documentary dari proses shooting hingga editing.

Ke 12 Ide film tersebut mengangkat berbagai isu unik di sekitar mereka dan telah mereka kemas ke dalam bentuk sipnosis, mulai dari isu sosial, budaya dan ekomomi.

“Semua ide yang telah kami terima memiliki sudut pandang yang menarik, namun untuk keputusan ide mana yang akan kita produksi tergantung bagaimana mereka meyakinkan dewan juri bahwa ide mereka akan memberi efek positif di masyarakat,” ujar Direktur Aceh Documentary, Faisal Ilyas.

Sementara Dewan Juri "Present Forum dalam kegiatan ini adalah Cut Ervida Diana selaku Praktisi Film Eagle Awards Metro TV, Praktisi Film Tikar Pandan Putra Hidayatullah, dan Titi Lestari dari Balai Pelestarian Nilai Budaya.

Lima ide cerita terbaik yang akan diproduksi tersebut adalah:
1. Selimut Panas (Barak Bakoi) oleh Nur hayatul Ulvah dan Nindi Mutiara dari MAN Model 1 Banda Aceh.
2. Peuniyoh (Rumoh Aceh) oleh Irza Ulya dan Aban Al-Hafi dari MAN 1 Sigli.
3. Seulangkot (Kejeuren Blang) sebelumnya kakashi van aceh oleh Sandy Vrianda dan Azizsta Luhur Wicaksono dari MAN Model 1 Banda Aceh.
4. Pelajar Muda dan Naskah Tua oleh Irza Ulya dan Al Hafi dari MAN 1 Sigli.
5. Cerita Sang Penari oleh Gerry Alidin dan M. Rafi Akbar dari SMA 2 Banda Aceh.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply