Lepas peserta offroad, Sekda T Setia Budi: Selamat berpetualang

LINTASAN jalan di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu pagi, 6 April 2013, penuh dengan mobil-mobil besar. Bak sebuah ajang kontes modifikasi, puluhan mobil berdiri membentuk lima banjaran. Tampak juga belasan sepeda motor trail berada di barisan depan.

Di sisi mobil, orang-orang berbaju orange terlihat sibuk, seperti tak sabar menanti sesuatu. Ada yang berbincang-bincang sambil tertawa, ada juga yang memeriksa kondisi kendaraan.

Orang-orang itu para peserta International Indonesian Off-Road Expedition Aceh-Sumut 2013. Mereka sedang menanti waktu pelepasan sebagai tanda dimulainya ekspedisi offroad di Aceh.

International Indonesia Off-Road Aceh-Sumut diprakarsai Indonesia Offorad Federation atau IOF pusat, dan didukung IOF Aceh dan Sumatera Utara. Sebanyak 58 kendaraan offroad ekstrem, 15 motor trail, dan 180 personil siap beraksi menempuh jalur sepanjang 1.200 kilometer.

Rute yang bakal menantang peserta selama 15 hari dimulai di Banda Aceh, pada 6 April 2013 dan finish di Medan pada 20 April 2013.

Tak lama berselang, pembawa acara memanggil nama Sekretaris Daerah Aceh, T Setia Budi. Naik ke panggung, Setia Budi yang juga mengenakan kemeja orange memberikan semangat kepada peserta.

Kata Setia Budi, ajang offroad yang diadakan di Aceh, bukanlah sebagai bentuk hura-hura. Kegiatan yang menempuh rute dari Sabang hingga Medan, kata dia, sebuah langkah baik bagi Aceh.

"Ini pertanda Aceh daerah yang aman, eksotis dan menantang. Ajang ini juga telah menunjukkan pada dunia bahwa Aceh siap lebih maju dengan segala potensi yang ada," ujarnya.

Setia Budi juga berpesan agar para peserta berhati-hati dengan medan yang ditempuh. Ia berharap peserta dapat menyampaikan kepada dunia luar bahwa Aceh punya hal menarik untuk dikunjungi.

"Saat melintasi rute Sabang hingga perbatasan Aceh menuju Medan, tentu saudara-saudara telah melihat secara langsung betapa indahnya Aceh, betapa besarnya potensi wisata Aceh. Kami berpesan agar itu dapat disampaikan kepada teman-teman di luar, sehingga hal tersebut dapat membantu Aceh dalam meningkatkan kujungan wisata ataupun perekomian," ujarnya.

Peserta International Indonesian Off-Road yang mendengarkan kata sambutan Sekda lantas bertepuk tangan. Setelah itu, tiba saatnya para peserta dipeusijuk (tepung tawar) oleh Ketua Majelis Adat Aceh Baddruzzaman Ismail.

Usai mengikuti seremonial budaya, para peserta pun bersiap-siap. Satu persatu kendaraan dihidupkan. Mesin menyala lembut, siap untuk dilepas. Pertama sekali, Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi mengangkat bendera pelepasan untuk dua belas pengendara sepeda motor trail.

Sesion kedua giliran Sekda T Setia Budi. Setelah bendera diangkat, sebuah mobil offroad pun langsung tancap gas. Setia Budi melambaikan tangan. "Selamat berpetualang," ujarnya.[](rz)

  • Uncategorized

Leave a Reply