Lawatan DPRA ke Perancis Dinilai Pemborosan

KETUA Forum Paguyuban Mahasiswa se-Aceh (FPMPA), Mufied Al-Akmal, mengecam aksi pelesiran sejumlah anggota DPR Aceh keluar negeri. Menurut Mufied, kunjungan kerja di akhir masa jabatan tidak seharus nya dilaksanakan oleh sejumlah dewan.

“Itukan hanya membuang anggaran saja. Mungkin tidak tahu lagi mau habiskan anggaran kemana! Jadi ya jalan–jalan aja keluar negeri,” ujar Mufied.

Mufied juga menyarankan tidak harus tiap tahun anggota dewan keluar negeri dengan alasan studi banding. Namun menurutnya, DPR Aceh juga bisa melakukan langkah lainnya, seperti memanggil orang luar negeri ke Aceh untuk memberikan pencerahan terkait dengan perkembangan negaranya masing- masing.

“Disini juga bisa kita belajar dengan orang asing. Di samping anggaran tidak terlalu banyak terbuang untuk jalan–jalan seperti yang sedang di lakukan oleh beberapa anggota dewan yang sekarang,” katanya.

Katanya, saat ini masih banyak qanun yang belum disahkan oleh DPR Aceh. “Seharus nya itu dulu diselesaikan dalam masa waktu seminggu lagi ini. saya melihat 3 fungsi dewan yang kita ketahui belum maksimal,”ujarnya.

Ia juga mencontohkan seharusnya anggota dewan selaku perwakilan rakyat lebih giat bersama masyarakat dan selalu menjaga rakyat  yang sudah memilihnya.

“Kejadian Irhana, seharusnya tidak terjadi. Kemana anggota dewan? Mereka kan perwakilan rakyat, kenapa meraka diam saja selama 5 tahun ini,” ujarnya lagi.

Mufied juga berharap kepada seluruh anggota dewan perwakilan rakyat yang baru agar lebih serius lagi dalam memperjuangkan nasib masyarakat.

“Saya berharap dewan yang baru harus saling bekerja sama dengan eksekutif dalam menyejahterakan rakyat Aceh ini,”kata Mufied.

  • Uncategorized

Leave a Reply