Lawan Jerman di Delapan Besar, Prancis Tak Ingin Dihantui Masa Lalu

MALAM nanti, 4 Juli 2013, pukul 23.00 WIB, babak perempat final piala dunia akan dibuka dengan laga Prancis melawan Jerman. Kedua negara tentu saja berambisi melaju ke babak semifinal.

Dalam sesi latihan terakhir, penjaga gawang yang juga kapten Prancis, Hugo LIoris, menegaskan timnya bertekad menulis halaman sendiri dalam sejarah mereka dengan mendepak Jerman keluar dari Piala Dunia malam nanti.

Bagi LIoris, ini bukanlah ajang balas dendam atas apa yang terjadi pada 1982 ketika kiper Jerman (saat itu masih Jerman Barat) Harald Schumacher memukul Patrick Battiston saat kedua tim bertemu di semifinal Piala Dunia 1982.

Insiden itu terjadi setelah Battiston mendapat umpan dari Michael Platini, lalu berlari kencang menusuk pertahanan Jerman. Namun, kiper Jerman Harald Schumacher, berlari ke arah Batisson. Yang terjadi kemudian, Schumacher memukul wajah Battiston dalam duel udara. Battiston ambruk. Ia tergeletak tak sadar diri. Tulang wajahnya rusak. Tiga giginya tercerabut dari akar. Ia koma. Michel Platini sempat berpikir Battiston sudah mati, karena "ia terlihat pucat dan seperti tak bernyawa."

Wasit asal Belanda Charles Corver tak meniup peluit pelanggaran, apalagi mengeluarkan Schumacher dari lapangan. Ketika Jerman memenangkan pertarungan itu dan diberitahu tindakannya telah menyebabkan Battiston kehilangan tiga giginya, Schumacher  menjawab,"Jika itu yang terjadi padanya, aku akan membayarnya dengan mahkota."

Namun kemudian Schumacher meminta maaf secara pribadi kepada Battiston, dan permintaan itu diterima.

Pertemuan kedua tim pada 1982

Tetapi sesungguhnya, tak gampang bagi Battiston melupakan peristiwa itu. Kepada kantor berita AFP baru-baru ini ia mengatakan,"saya tak dapat melupakan kelakukan Schumacher," kata pria 57 tahun yang kini manajer Bordeaux's youth academy itu.

Dari Prancis, ia berbicara kepada media tentang perlunya aksi balas dendam atas insiden yang menimpanya.

Namun di Brasil, LIoris, kapten Prancis itu, tak ingin timnya dibelenggu bayang-bayang masa lalu. Ia lebih peduli pada bagaimana cara agar timnya melaju ke semifinal.

"Yang jadi perhatian saya, kita hidup di masa sekarang. Ada sejarah panjang antara kedua negara, tapi kami ingin menulis sejarah kami sendiri untuk final ini. Saya senang dan saya yakin seluruh tim merasakan hal yang sama. Kami tidak bermain di Piala Dunia setiap tahun, dan ini adalah kesempatan besar untuk bermain melawan salah satu tim favorit," kata LIoris seperti dikutip dailymail.co.uk

"Kami tidak takut apa pun. Adalah sebuah kebanggaan menghadapi Jerman di perempat final dan kami ingin menang untuk teman-teman kita, saudara kita, keluarga kita, dan untuk Prancis."
Penjaga gawang yang juga kapten Prancis, Hugo LIoris

Saat Piala  Dunia 1986 di Meksiko, Jerman kembali mengalahkan Prancis di semifinal.  Namun manajer Prancis Didier Deschamps telah mengingatkan kapten timnya untuk mengabaikan apa yang terjadi di masa lalu. "Jadi sama sekali tidak ada tekanan," kata Deschamps.

"Saya tidak perlu memberi tahu apa-apa pada mereka. Mereka hanya senang karena mereka akan bermain di perempat final Piala Dunia. Sejarah adalah apa yang telah dan akan kami coba untuk menulis halaman barunya," kata Deschamps.

Deschamps menegaskan, generasi baru pemain Prancis telah belajar untuk lebih menghargai dan bertanggung jawab untuk tim nasional setelah kasus 2010, ketika Nicolas Anelka dikirim pulang oleh manajemen dan tim melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes.

Yang ada di benak Deschamps saat ini adalah bagaimana membuat para pemain yang sebelumnya tersebar di klub-klub besar Eropa, agar menjadi satu tim yang padu, satu filosofi dan satu tujuan. "Berada di tim Prancis berarti mereka memiliki tugas dan tanggung jawab.

Dalam pertandingan hari ini, Deschamps akan memainkan kembali pemain Liverpool Mamadou Sakho yang telah pulih dari cedera kaki untuk memperkuat pertahanan. Itu artinya, pemain Arsenal Laurent Koscielny  harus disimpan. Sementara striker Olivier Giroud bisa memberi jalan bagi Antoine Griezmann yang berkontribusi besar sebagai pemain pengganti ketika menaklukkan Nigeria.

Akankah LIoris dan timnya berhasil mewujudkan cita-cita menulis halaman baru dalam sejarah sepakbola Prancis? Jangan lewatkan live streamingnya di sini, pukul 23.00 malam ini. []

  • Uncategorized

Leave a Reply