Lantik Hakim Peminta Duit Ayin, Ini Kata Ketua MA

POLEMIK promosi hakim Chaidir menjadi Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh dijawab oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali. Menurut Hatta Ali, 23 hakim yang mendapat promosi–termasuk hakim Chaidir–sudah melalui proses yang matang.

"Saudara dipilih telah melalui petimbangan yang matang dari pimpinan MA. Tidak hanya rekam jejak tapi juga dari potensi individu dan kebutuhan karakter khusus di masing-masing wilayah," ujar Hatta Ali dalam sambutan pelantikan, di Gedung Sekretariat MA, Jl Ahmad Yani, Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Menurut Hatta promosi yang dilakukan oleh MA kepada 23 hakim baik dari lingkungan pengadilan umum, militer dan agama merupakan hal yang wajar. Proses itu juga diperlukan untuk mematangkan profesionalisme para hakim.

"Merupakan bagian dari dinamika organisasi yang Bergunfsi untuk membentuk menajamkan profesionalisme dan mematangkan kepribadian pejabat itu sebagai bagian dari pematangn karir dengan tujuan memperoleh SDM unggulan di berbagai sektor," ujarnya.

Hatta juga mengingatkan, bagi 23 hakim yang mendapat jabatan baru harus melakukan tugasnya dengan baik. Jika tidak, maka promosi jabatan ini akan dievaluasi.

"Jika tidak mampu mungkin jabatan saudara perlu ditinjau ulang," ucapnya.

Chaidir meminta duit ke Ayin pada 2008 untuk bermain golf. Atas perbuatannya, Chaidir dicopot dari jabatannya sebagai Ketua PN Jakbar. Meski terantuk batu keras, tapi kariernya tetap moncer. | sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply