Kurikulum Khusus Kesehatan Reproduksi untuk Siswa, Perlu atau Tidak?

Pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) memang sudah seharusnya dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah. Hanya saja, banyaknya kesalahpahaman membuat proses pendidikan‎ kesehatan reproduksi menjadi tak maksimal.

Dr Sulistyo, M.PD., ‎Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mengatakan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah tak berjalan maksimal karena sebagian besar guru masih enggan untuk memberikan pelajaran tersebut. Salah satunya adalah masih merasa malu untuk menyebutkan nama-nama organ genital secara eksplisit.

"Masih banyak guru-guru di daerah yang merasa enggan dan malu untuk menyebutkan, maaf, penis dan vagina," tutur Sulistyo pada acara Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja di Gedung Rumpun Ilmu Pengetahuan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kampus Universitas Indonesia, Depok, dan ditulis pada Minggu (10/8/2014).

Faktor tersebut menurutnya menghambat proses pengajaran. Murid pun akhirnya tidak mendapat penjelasan yang lengkap, ‎sementara guru mempunyai pengetahuan namun kurang baik menyampaikannya.

Bukan hanya itu saja, Sulistyo juga mengatakan bahwa sedikitnya porsi pengajaran kesehatan reproduksi‎ yang ada di kurikulum juga merupakan salah satu alasan terhambatnya pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.

"Sebenarnya ada di kurikulum tentang hal itu, hanya saja porsinya sedikit dan memang belum ada pelajaran khususnya. Kesehatan reproduksi disisipkan di mata pelajaran pendidikan jasmani atau biologi," sambungnya lagi.

Pendidikan kesehatan reproduksi memang penting diberikan pada siswa. Selain membantu siswa mengenal dirinya secara lebih baik, pendidikan kesehatan reproduksi juga dapat mencegah siswa dari perilaku seks menyimpang.

Tentunya pengemasan atau cara menyampaikan pendidikan kesehatan reproduksi oleh guru juga harus baik. Jangan sampai disalahartikan sebagai bentuk mengajarkan perilaku seks berisiko.

"Kalau tidak diberikan pendidikan, siswa akan mencari informasi sendiri. Entah dari internet atau teman sebaya yang belum tentu baik dan benar," paparnya. | sumber : detik

  • Uncategorized

Leave a Reply