KPPBC Langsa Gagalkan Penyelundupan 448 Bal Pakaian Bekas

LANGSA – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Kuala Langsa, Sabtu, 9 Maret 2012, menggagalkan upaya penyelundupan Sekitar 448 Bal pakaian bekas atau monza ilegal.

"Pakaian bekas selundupan tersebut diangkut dengan menggunakan empat unit mobil interculler BA 9806 JG, BK 9425 LC, BK 8231 LN, dan BK 9399 DG," Kata Kasubsi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe B Kuala Langsa, Ade Fitriansyah, kepadan wartawan, Minggu, 11 Maret 2012.

Dijelaskannya, pakaian bekas tersebut  diduga berasal dari luar negeri yang dibongkar melalui kapal di daerah pesisir laut Desa Sarang Jaya, Kecamatan Besitang, Langkat, Sumatera Utara (Sumut) dan rencananya akan  di bawa kembali wilayah Sumut, melalui jalur darat Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Saat ini ke empat truk serta 448 pakaian bekas  tersebut telah diamankan di KPPBC Tipe B Kuala Langsa, di Langsa.Akan tetapi, ke-empat orang supir dan tiga kernet truk untuk sementara telah dilepas, dan ditetapkan sebagai saksi. Sedangkan pemilik barang illegal itu masih dalam proses penyelidikan.

Disebutkannya, penangkapan itu atas dasar informasi intelijen Bea dan Cukai bahwa pada tanggal 10 Maret 2012 diduga akan ada kapal yang membongkar muatan pakaian bekas (ballpress) illegal dari luar negeri.

Selanjutnyya, ke semua pakaian bekas illegal ini akan diangkut dengan empat  unit truk interculler bergerak melalui jalur Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, hendak mengarah ke Sumut.

"Berdasarkan  informasi tersebut, pada hari itu anggota  KPPBC Tipe B Kuala Langsa bersama Bea dan Cukai DJBC Aceh, langsung bergerak mengikuti jejak ke empat truk tersebut," ujarnya.

Dan, Sabtu, 10 Maret 2012 sekitar pukul 09.00 WIB pagi, pihak Bea dan Cukai berhasil mengindentifikasi ke empat truk bermuatan pekaian bekas illegal tersebut, di Rsebuah rumah makan di Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, tidak jauh dari di sekitar perbatasan Aceh-Sumut.

"Kemudian kami langsung melakukan  pemeriksaan yang  bekerjasama dengan pihak Bea dan Cukai KPPBC Tipe B Pangkalan Susu, dan hasil pemeriksaan tersebut ternyata benar bahwa ke empat mobil itu membawa pakaian bekas illegal dari luar negeri. Selanjutnya truk langsung disegel dan beserta empat sopir serta tiga kernetnya, di bawa untuk diamankan di Kantor Bea dan Cukai KPPBC Tipe Kuala Langsa di Kota Langsa."

Ke-empat sopir maupun tiga kernet mobil yang ditangkap itu mengaku tidak mengetahui siapa pemilik pakaian bekas tersebut. menurut pengakuannya, mereka hanya diperintahkan pemilik truk untuk melakukan atau memuat barang illeegal tersebut.

Setelah ke tujuh orang ini diambil keterangan, pada hari itu juga mereka dikembalikan, dan ditetapkan sebagai saksi dalam kasus penyeludupan barang illegal tersebut.

Untuk mengembangkan penyelidikan, pihak Bea dan Cukai Tipe BB Kuala Langsa telah memanggil pemilik truk untuk  dimintai keterangannya. []

  • Uncategorized

Leave a Reply