Korea Utara akan Buka Investasi dan Berikan Informasi Berimbang

JAKARTA – Peningkatan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi menjadi fokus tertinggi dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (RDRK) Kim Yong Nam, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 15 Mei 2012.

“Secara khusus Presiden SBY telah meminta agar para menteri di jajaran perekonomian menindaklanjuti beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan bilateral guna meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi,” ujar Menteri Luar Negeri Marty M Natalegawa, dalam konferensi pers usai mendampingi Presiden SBY pada pertemuan bilateral itu.

Natalegawa mengatakan delegasi RDRK yang menyertai Kim Yong Nam juga telah membahas dengan mitranya di Indonesia untuk meningkatkan investasi antara kedua negara.

“Bukan hanya investasinya saja, namun juga berbagi pengalaman, mengkaji framework (bingkai kesepakatan) dan mengetahui peraturan mengenai investasi asing di Korea Utara,” ujar Marty.

Mengenai hubungan bilateral secara umum, kata Marty, persahabatan dan kedekatan baik antar-pemerintah maupun masyarakat telah mendasari hubungan kedua negara.

“Untuk itu, kedua presiden menegaskan tekadnya untuk memperkuat kerjasama yang terjalin ke arah yang lebih tinggi dalam pertemuan bilateral tadi,” ujarnya.

Di bidang politik misalnya, ada tekad dan kesepahaman untuk meningkatkan saling kunjung antarpejabat kedua negara. Intinya, untuk meningkatkan komunikasi politik kedua negara. Dibahas pula berbagai peluang kerjasama di bidang budaya, olah raga, dan obat tradisional.

Kim Yong Nam memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memberikan informasi kepada Presiden SBY tentang perkembangan dialog Utara-Selatan dan upaya peluncuran satelit Korea Utara beberapa waktu lalu.

Dalam tanggapannya, Presiden SBY, kata Marty, intinya menggarisbawahi perlunya menghormati aspirasi rakyat dari kedua bangsa. Masyarakat internasional juga diharapkan menghormati apa yang menjadi pilihan rakyat kedua Korea.

Presiden SBY juga menegaskan pentingnya untuk berkomunikasi dan melakukan dialog. Hal ini diperlukan guna menghindari kesalahpahaman dan ketidakseimbangan informasi seperti yang dikeluhkan RDRK terkait upaya peluncuran satelit.

Selain masalah bilateral dan perkembangan dalam negeri masing-masing, kedua presiden juga membahas masalah regional, global, dan upaya memperkuat dukungan serta kerjasama di forum-forum multilateral.

SBY dan Kim Yong Nam sepakat untuk terus membahas permasalahan-permasalahan di kawasan pada kesempatan ke depan.

Pada akhir pertemuan itu, Kim Yong Nam menyampaikan undangan Pemimpin Tinggi RDRK Kim Yong Un kepada Presiden RI untuk berkunjung ke Korea Utara.

“Presiden SBY menerima dengan baik undangan tersebut dan meminta kepada kedua menlu akan saling berkomunikasi terkait rencana kunjungan di waktu yang baik,” kata Marty.

Kunjungan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi RDRK Kim Yong Nam ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumya dilakukan pada tahun 2002 dan 2005.

Lawatannya kali ini berlangsung selama tiga hari (13-16 Mei 2012) dan dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Presiden SBY. Kim Yong Nam juga dijadwalkan bertemu dengan Wapres Boediono, Ketua MPR dan Ketua DPR.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply