Korban Tewas di Gaza Lampaui 2.000 Orang

Kementerian Kesehatan Palestina, Senin (18/8/2014), mengatakan jumlah korban tewas di Jalur Gaza akibat konflik bersenjata dengan Israel sudah melampaui 2.000 orang dan lebih dari 10.000 orang lainnya terluka.

Secara rinci kementerian kesehatan mengatakan sebanyak 2.016 orang warga Jalur Gaza tewas dan 10.196 orang lainnya terluka dalam konflik bersenjata selama sebulan melawan Israel.

"Di antara korban tewas terdapat 541 anak-anak, 250 orang perempuan dan 95 orang lanjut usia," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.

Jumlah korban tewas awalnya diperkirakan terhenti di angka 1.980 ketika gencatan senjata baru ditetapkan. Namun, angka itu berubah ketika sejumlah orang yang dirawat akibat luka parah di sejumlah rumah sakit di Gaza, Kairo dan Jerusalem, akhirnya meninggal dunia.

Selain itu, tim medis berhasil menemukan satu jasad warga di bawah reruntuhan bangunan di distrik Shejaiva, wilayah timur Gaza, tempat jasad itu terkubur selama tiga pekan.

Di tempat terpisah, militer Israel memastikan 64 prajurit mereka tewas dalam konflik di Jalur Gaza. Namun, militer Israel tidak menjelaskan penyebab kematian para prajuritnya itu.

Sementara itu di Kairo, pembicaraan untuk membahas penghentian tembak menembak jangka panjang antara Israel dan Palestina terus dibahas. Para perunding hanya memiliki waktu kurang dari 12 jam untuk mencari solusi sebelum gancatan lima hari berakhir pada pukul 21.00 GMT atau pukul 04.00 WIB, Selasa (19/8/2014).

Namun sejauh ini belum ditemukan kata sepakat dari kedua pihak yang bertikai. Jika upaya pemberlakuan gencatan senjata jangka panjang gagal tercapai maka kemungkinan pertempuran akan kembali pecah di Jalur Gaza.

Setelah batas waktu gencatan senjata, Presiden Palestina Mahmoud Abbas terbang ke Doha, Qatar untuk bertemu dengan pemimpin Hamas di pengasingan Khaled Meshaal pada Selasa.

Selanjutnya, Abbas juga dijadwalkan bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Pembicaraan ini sangat penting karena Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan pemerintah Qatar adalah pendukung utama Hamas yang adalah penguasa de facto Gaza. | sumber : kompas

  • Uncategorized

Leave a Reply