Korban serpihan bom di Lhokseumawe: Saya ke kamp latihan Brimob cari selonsong peluru

KHAIRUNA Sabri, 16 tahun, warga Desa Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, dilarikan ke Rumah Sakit PMI karena mengalami luka serpihan bom jenis pelontar, Senin, 17 Juni 2013 sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saya bersama Abdullah (teman korban), siang tadi, datang ke kamp latihan Brimob Kompi 4, Jeulikat (Kecamatan Blang Mangat), untuk mencari selonsong peluru. Di sana saya menemukan pelontar, kemudian kami bawa pulang,” kata Khairuna Sabri akrab disapa Sabri saat ditemui ATJEHPOSTcom di ruangan IGD Rumah Sakit PMI, tadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Untuk memastikan bahwa itu bom, kata Sabri, ia kemudian melempar pelontar tersebut sejauh lebih kurang tiga meter. Pelontar itu pun meledak saat membentur tanah. Korban mengalami luka serpihan di tangan kiri. "Saat saya lempar (pelontar), teman saya, Abdullah berada di dalam rumah, kami bertetangga," kata remaja yang baru tamat SMP ini.

Syamsiah, 36 tahun, ibu kandung Sabri, menyebutkan, anaknya itu membawa pulang pelontar ke rumah sekitar pukul 13.00 WIB. Lalu Sabri menjadikan pelontar itu sebagai alat permainan bersama temannya. "Sudah saya peringatkan agar dilempar ke dalam sumur, karena sudah pernah kejadian di Simpang Kramat, tapi dia tidak mau buang," katanya.

Teman Sabri, Abdullah, mengaku juga sudah memperingatkan korban saat keduanya membawa pulang pelontar itu ke rumah. "Sudah saya suruh baca dulu pada dia, mungkin ada tulisan di benda itu. Lalu Sabri keluar rumah, tak lama kemudian terdengar suara ledakan keras di luar rumah, saya lihat  tangan Sabri sudah berdarah," kata Abdullah.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply