KontraS: Segera Bentuk Tim Advokasi KKR Aceh

KontraS: Segera Bentuk Tim Advokasi KKR Aceh

BANDA ACEH – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menilai penting segera dibentuk tim advokasi untuk mendorong pelaksanaan Qanun Aceh tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

“KKR sejauh ini belum bisa berjalan karena mandek di tingkat DPR Aceh
yang belum berani mengambil komitmen untuk segera membentuk Komisi KKR Aceh dengan cara segera melakukan perekrutmen Komisioner KKR Aceh. Di mana tahapan untuk rekrutmen KKR harus dilakukan dengan segera membentuk Pansel Komisi KKR Aceh,” tulis Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM) kepada portalsatu.com, Kamis, 6 Agustus 2015.

Disinggung soal Qanun Aceh Nomor 17 Tahun 2013 tentang KKR masih “terhambat” di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Hendra Saputra menyebut, “Persoalan di Kemendagri itu masih bisa dinegosiasi. Maka, selain melakukan pembentukan Pansel KKR Aceh, DPR Aceh bersama Pemerintah Aceh dengan melibatkan CSO (Civil Society Organization/Organisasi Masyarakat Sipil) juga harus membentuk tim bersama untuk melakukan advokasi di tingkat nasional”.

Menurut Hendra Saputra, dua strategi tersebut harus dapat “dimainkan” secara bersamaan supaya tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan KKR Aceh.

“Maka untuk bisa menjawab semua tahapan, KontraS Aceh menilai perlu segera duduk bersama antara DPR Aceh, Pemerintah Aceh, dan CSO untuk merumuskan strategi bersama terkait dengan mendorong pelaksanaan Qanun KKR,” ujar Hendra Saputra yang tengah mengikuti FGD tentang KKR Aceh di Jakarta.[]

Foto: Hendra Saputra, Koordinator KontraS Aceh.

 

Leave a Reply