KontraS kecam tindakan oknum polisi pukul wartawan ATJEHPOSTcom

KOMISI Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mengecam tindakan arogansi oknum polisi dalam melayani masyarakat.

Dua kasus yang menunjukan sikap arogansi polisi ini, seperti adanya dugaan penembakan oleh anggota Polsek Peusangan terhadap warga sipil atas nama Amiruddin (44), warga gampoeng Paya Bilie, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireun pada Sabtu 20 Juli 2013.

Selain itu juga kasus pemukulan terhadap wartawan ATJEHPOSTcom, Zulkifli Anwar oleh oknum anggota Polres Aceh Utara, pada Jumat, 26 Juli 2013.

KontraS Aceh mengecam dan mengutuki tindakan oleh oknum kepolisian tersebut.

"Kami mengecam kedua kasus kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian kepada warga Jeunib dan wartawan ATJEHPOSTcom," ujar Destika Gilang Lestari, Koordinator Kontras yang turut didampingi oleh Kepala Divisi Kajian dan Kampanye (Edy Syah Putra, Jumat malam.

Dalam hal ini, Gilang mengatakan, seharusnya pihak kepolisian wajib untuk  paham akan  tugas dan wewenangnya sehingga dapat  menjalankan fungsinya dengan baik dan benar sebagai alat keamanan negara.

''Kalau sampai sekarang ini, polisi belum paham fungsi dan tugasnya sebagai alat keamanan negara, bagaimana bisa melindungi dan mengayomi masyarakatnya? Sekarang saja sudah terjadi penembakan dan pemukulan terhadap masyarakat sipil, bagaimana kedepannya?” kata dia.

Di satu sisi, kata dia, penembakan dan pemukulan oknum polisi terhadap warga sipil mengakibatkan hilangnya kepercayaan terhadap polisi sebagai alat keamanan negara.

"Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian merupakan tantangan besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa polisi bisa menjaga keamanan, melindungi serta mengayomi masyarakat,"ujarnya.

Terkait kasus ini, KontraS Aceh meminta agar pihak  kepolisian menyelidikinya dengan itikad baik dan kemudian memberitahukan kepada publik terkait proses perkembangan kasusnya. Tentu saja, bila si oknum tersebut terbukti melakukan kekerasan atas wewenang yang ia punya, kepolisian harus berani memberikan hukuman sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh undang-undang.[] (mrd)

Baca juga: PWA dan AJI kecam kasus pemukulan wartawan di Lhoksukon

 

  • Uncategorized

Leave a Reply