Konglomerat Hashim Bilang Penjajahan Ekonomi di Aceh Harus Dihapuskan

SEUNEUDDON – Konglomerat Hashim S Djojohadikusumo menilai selama ini terjadi penjajahan ekonomi di Aceh. Sebab hasil produksi padi basah yang mencapai 1,9 ton per tahun milik petani Aceh semuanya dijual ke Sumatera Utara.  

“Saya kira ini penjajahan, kita harus menghapus penjajahan ekonomi di Aceh,” kata Hashim di depan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib dan berbagai kalangan lainnya pada acara pada acara penandatanganan perjanjian kerja sama pemerintah Aceh dengan PT Arsari Pratama Group tentang pembangunan pabrik padi modern di Desa Mane Kawan, Seunuddon, Rabu, 26 September 2012.

Menurut Hashim, rencana pembangunan pabrik padi modern di Desa Mane Kawan, Seunuddon, Aceh Utara itu berawal dari pertemuannya dengan Muzakir Manaf atau Mualem pada syukuran kemenangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur/Wagub Aceh terpilih hasil Pilkada 9 April lalu.

“Saat itu saya tukar pikiran dengan Pak Wagub baru mengenai prospek pertanian di Aceh. Pak Wagub minta saya bangun kilang padi modern karena di Aceh belum ada satupun. Selama ini semua produksi padi basah 1,9 ton di Aceh dibawa ke Medan,” kata Hasjim.

Itu sebabnya, Hasjim mengaku langsung sepakat dengan usulan Wagub Muzakir Manaf untuk membangunan pabrik padi modern. “Keuntungan dari hasil produksi padi Aceh yang selama ini diraup orang lain (pengusaha di Medan), harus diraih sendiri oleh orang Aceh agar penjajahan ekonomi terhapuskan,” katanya.

“Saya dengar dari Bulog untuk Aceh juga diimpor beras dari Vietnam. Kalau bisa ke depan impor beras itu diganti dengan produksi beras di Aceh,” kata Hashim lagi.

Ditemui para wartawan usai seremoni penandatanganan perjanjian pembangunan pabrik padi itu, Hashim mengakui memang berat menghapus penjajahan ekonomi di Aceh. “Tapi ini tujuan mulia, tujuan pemerintah dan tujuan nasional, segala penjajahan harus dihapuskan. Potensi Aceh diolah di Aceh, itu kan tujuan nasional,” kata Hashim.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply