Komisi Perlindungan Anak di Aceh Minta Dukungan

BANDA ACEH – Lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Aceh merasa telah dilemahkan oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini disampaikan Ketua KPAID Aceh, Anwar Yusuf Ajad di Sekretariat Komite Pengawas Penyelenggara Perlindungan Anak (KP3A), Minggu 20 Januari 2013.

Pernyataan Anwar Yusuf tersebut disampaikan dihadapan perwakilan Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Majelis Adat Aceh (MAA), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII). Dalam pertemuan itu, Anwar juga meminta dukungan dari sejumlah lembaga tersebut.

"Selama KPAID divakumkan pada tahun 2009 sampai awal 2012, banyak sekali kasus pelanggaran terhadap hak anak yang terjadi di Aceh. Kasus-kasus tersebut tidak mampu ditangani oleh pemerintah lewat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A). Tapi sejak dikembalikannya KPAID pengungkapan kasus pelanggaran terhadap hak anak mampu tertangani," kata Anwar.

Anwar mengatakan kalau banyak pihak yang tak ingin keberadaanya di KPAID karena perjuangannya untuk anak yang murni.

"Banyak pihak-pihak yang ingin merusak Aceh lewat anak, misalnya seperti tingkah laku anak yang tidak baik," ujar dia.[bna]

  • Uncategorized

Leave a Reply