Komisi III DPR RI Minta Penegak Hukum Usut Kasus Korupsi di Aceh

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dari Komisi III, Muslim Aiyub mengatakan akan melakukan supervisi terhadap seluruh kasus tindak pidana korupsi di Aceh yang sudah pernah dilaporkan oleh Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh ke aparat hukum.

“Kasus yang sudah dilaporkan oleh GeRAK Aceh akan kami pertanyakan nanti kepada aparat hukum (Kejaksaan, Polri dan KPK). Itu akan kami lakukan pada saat melakukan rapat kerja (Raker) dengan mereka, karena itu merupakan tugas kami, apalagi saya sendiri merupakan perwakilan Aceh di DPR RI,” kata Muslim Aiyub dalam worskhop Penguatan Kelembagaan Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh 2015-2020, di Hotel Pavillium Seulawah, Banda Aceh, Minggu 23 November 2014.

Selama ini, kata Muslim Aiyub, sudah banyak kasus yang sudah pernah dilaporkan oleh GeRAK Aceh ke aparat hukum yang belum ditindaklanjuti. Kasus-kasus tersebut perlu dikawal dengan baik oleh seluruh masyarakat Aceh.

“Saya harapkan kepada GeRAK Aceh, apabila ada kasus yang sudah dilaporkan ke aparat hukum baik Kejati dan Polda yang tidak jelas proses hukumnya, tolong laporkan pada saya, nanti biar saya yang akan pertanyakan ke mereka,” ujar Muslim Aiyub.

Muslim Aiyub juga mengatakan sedang mempelajari seluruh kasus tindak pidana korupsi di Aceh dan selama ini dirinya juga sudah mendapatkan banyak laporan dari masyarakat terkait kasus tindak pidana korupsi yang sudah pernah dilaporkan kepada aparat hukum.

“Saya sedang mempelajari seluruh kasus tindak pidana korupsi yang sedang diproses, dan saya akan terus mempertanyakan seluruh kasus ini kepada aparat hukum yang sedang memperoses kasus ini, saya akan selalu bersama masyarakat dalam memberantas korupsi,” ujarnya.

Muslim juga menjelaskan selama ini proses hukum yang berjalan di Aceh tidak berjalan dengan sesuai undang-undang yang berlaku. Dan ini perlu kerja keras GeRAK Aceh dalam mengawal proses hukum khususnya tindak pidana korupsi.

“Intinya kawan-kawan GeRAK Aceh harus sudah mempelajari seluruh undang-undang yang berlaku di indonesia khususnya tindak pidana korupsi. Dan yang terpenting adalah GeRAK Aceh harus selalu menjaga kewibawaannya. Tapi sampai sekarang GeRAK merupakan salah satu lembaga yang sangat ditakuti oleh Pemerintah dan anggota Dewan khususnya di Aceh,” ujarnya.

Muslim juga mengharapkan kepada GeRAK untuk menyerahkan seluruh dokumen laporan kasus tindak pidana korupsi yang selama ini tidak ada kejelasananya. Kasus tersebut nantinya akan menjadi tugas komisi III khususnya yang berasal dari Aceh untuk mempelajari serta akan mepertanyakan kepada aparat hukum.

“Kumpulkan seluruh dokumen laporan yang sudah dilaporkan ke aparat hukum, serahkan kepada kami, nanti kami akan memproses dan mempertanyakan kepada aparat hukum,” kata Muslim Aiyub.

Dalam pertemuan tersebut, hadir seluruh jaringan GeRAK Aceh yang berada di daerah, seperti GeRAK Aceh Barat, GeRAK Aceh Besar, Pos GeRAK Aceh Selatan, Pos GeRAK Aceh Barat Daya, Pos GeRAK Sabang, Pos GeRAK Gayo dan GaSAK Bireun.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply