Komisi II DPR Aceh: Dana Pemindahan Gajah Ada di Kabupaten Kota

SEKRETARIS Komisi II DPR Aceh yang membidangi perekonomian, sumber daya alam, dan Lingkungan, H .Muhammad Amru mengatakan, kekurangan dana tidak  bisa menjadi alasan terkendalanya pemindahan gajah yang kerap mengganggu masyarakat ke habitatnya, karena dana untuk itu juga tersedia di kabupaten kota. 

"Di kabupaten juga ada dananya, karena dana otsus ditansfer langsung dari pusat. Jadi tidak masuk akal apabila kekurangan dana menjadi alasan kendala memindahkan gajah," kata H Muhammad Amru kepada ATJEHPOST.CO, Senin 2 Februari 2015.

H Amru menyampaikan itu terkait serangan gajah yang menewaskan petani di Pegunungan Desa Batu Hamparan Muara Desky, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara. Sebelum serangan gajah juga telah menewaskan 4 orang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

H Amru menyebutkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sebagai lembaga yang bertugas menangani konflik manusia dan gajah harusnya bekerja maksimal, karena sudah menjadi tugasnya.

"BKSDA juga tidak boleh memberi alasan dana kurang,  karena konflik manusia dan satwa memang tugas mereka," ujar politisi Partai Aceh ini.

H Amru juga menyebutkan tidak benar apabila pembiayaan soal konflik gajah semata bersumber dari pemertintah Aceh, dan seharusnya menjadi tanggungjawab bersama antara pusat, Provinsi, dan Kabupaten kota.

Sejak penghujung tahun 2014 sampai tahun 2015 konflik gajah dan manusia di wilayah Tengah Aceh mencapai  5 Orang dan 1 orang luka.  4 korban meninggal dari Bener Meriah adalah M  Syarief (Aman Sur), Firmansyah, Hasan Basri, dan Hasnah. Korban meninggal dari Aceh Tenggara adalah Usman (56), petani cokelat asal Kampung Baru, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara. Sedangkan korban luka Sudirman, berasal dari Bener Meriah.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply