Komisi E DPR Aceh: Pendidikan di Aceh sangat menghargai non muslim

MESKIPUN Aceh menerapkan hukum Syariat Islam, namun aturan tersebut tetap menghormati non muslim. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Makhyaruddin Yusuf, kepada ATJEHPOSTcom, Minggu 24 Februari 2013.

"Islam adalah rahmatan lil 'alami, bukan rahmatan lilmuslimin. Jadi Islam itu rahmat bagi sekalian alam. Maka aturan-aturan yang berlandaskan Islam, sangat menghargai siapapun, termasuk dalam pendidikan," kata Makhyaruddin Yusuf.

Menurut Makhyaruddin, setiap masyarakat harus menghormati kearifan lokal yang ada di Aceh.

"Dalam pendidikan, tidak ada istilah diskriminasi terhadap peserta didik yang non muslim. Semuanya sama, dan aturan yang kita buat juga kita sesuaikan dalam menghargai peserta didik yang non muslim. Namun catatan yang penting adalah, kearifan lokal di Aceh harus dihargai," kata Makhyaruddin.

Terakhir, Makhyaruddin menambahkan, baik peserta didik muslim dan non muslim, tetap mendapatkan hak yang sama dalam hak mendapatkan pendidikan.(mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply