Kisah Skandal Monica Lewinsky

MONICA Samille Lewinsky merupakan wanita Amerika Serikat yang menjadi terkenal akibat skandal dengan Presiden Amerika saat itu, Bill Clinton pada tahun 1997. Dia lahir 23 Juli 1973 di San Fransisco dan dibesarkan di California Selatan di sebelah barat dari Los Angeles dan di Beverly Hills.

Pada pertengahan 1990-an ia magang di Gedung Putih dan Pentagon. Skandalnya dengan Bill Clinton seringkali disebut sebagai Skandal Lewinsky atau "Monicagate".

Dikutip dari laman wikipedia, ayah Monica berasal dari keturunan imigran Yahudi Jerman, sementara keluarga ibunya adalah imigran Yahudi dari Rusia. Setelah pindah dari kolese (lembaga pendidikan yang dimiliki dan dikelola oleh Yesuit, sebutan bagi para rohaniwan ordo Serikat Yesus atau SJ) setempat, ia lulus dalam bidang psikologi dari Lewis & Clark College di Portland, Oregon pada 1995. Lantas dia pindah ke Washington, D.C. dan bekerja di Gedung Putih pada masa jabatan pertama Clinton sebagai presiden.

Ketika bertugas di Gedung Putih, ia terlibat dalam hubungan seksual yang singkat dengan Presiden Clinton. Mereka berdua menyangkal bahwa hubungan itu mencakup hubungan seksual. Berita tentang skandal ini, dan penyelidikan yang dilakukan atasnya, serta usul pemecatan terhadap Bill Clinton kemudian dikenal sebagai Skandal Lewinsky.

Linda Tripp, seorang kepercayaan Lewinsky, diam-diam merekam percakapannya dengan Lewinsky sehubungan skandalnya dengan Clinton. Belakangan Tripp menyerahkan pita-pita rekamannya kepada Kenneth Starr, seorang jaksa independen yang mengalihkannya dari investigasi atas skandal Whitewater.

Lewinsky mengakui bahwa dalam hubungannya dengan Clinton, mereka melakukan seks oral di Oval Office. Hal ini dicatat dalam laporan Starr, yang akhirnya menyebabkan tuntutan pemecatan atas Bill Clinton dengan tuduhan berbohong di dalam keterangan di bawah sumpah dan menghalangi proses peradilan dalam skandal ini.

Sebelumnya Clinton telah menghindari tuduhan-tuduhan tentang pelanggaran seksual, terutama sekali dengan penyanyi dan mantan pegawai pemerintah Arkansas Gennifer Flowers dan pegawai pemerintah Arkansas lainnya, Paula Jones di sebuah kamar hotel di Little Rock. Skandal-skandal ini terjadi pada masa pemerintahan Clinton sebagai gubernur Arkansas.

Nama Lewinsky baru muncul pada proses hukum yang terkait dengan masalah Jones, ketika para pengacara Jones mencari bukti-bukti pendukung bagi perilaku Clinton untuk mendukung tuduhan-tuduhan Jones. Clinton menyangkal telah melakukan hubungan seksual dengan Lewinsky dalam keterangan di bawah sumpah dalam sebuah proses pengadilan terpisah.

Dalam sebuah kutipan berita yang disiarkan secara nasional dari sebuah konferensi pers White House, Clinton belakangan menyatakan, "Saya tidak melakukan hubungan seksual dengan perempuan itu, Nn. Lewinsky."

Clinton mendapat tekanan dari Kenneth Starr pada 19 Agustus 1998. Tekanan ini dilakukan sehubungan adanya barang bukti dari Lewinsky berupa baju biru berikut bekas tetesan sperma. Selain itu, Lewinsky mengaku sang presiden menggunakan sebatang cerutu dalam tindakan seksual dengannya. 

Sementara Clinton mengakui bahwa ia membohongi rakyat Amerika dan ia pernah memiliki hubungan yang tak patut dengan Lewinsky. Clinton membantah telah memberikan kesaksian palsu karena menurut pendapatnya, seks oral bukan hubungan seksual.

Clinton diadili oleh DPR AS namun tak terbukti salah oleh Senat, jadi ia tidak diturunkan dari jabatannya. Menariknya, Clinton menyaksikan bahwa rating pekerjaannya meningkat di antara rakyat Amerika selama dan setelah skandal itu. Namun demikian, pertanyaan moral yang muncul akibat tindakan Clinton, merusak kampanye Wakil Presiden saat itu Al Gore untuk pemilu presiden tahun 2000.

Skandal tersebut dan detail joroknya membuka masa-masa "selebritas kultural" buat Lewinsky; menjadi semacam sex symbol dan sebagai bintang generasi baru dalam badai politik. Sejumlah pemanfaatan halus dari nama "Lewinsky" masih ada sebagai ungkapan untuk seks oral, meskipun humor dan referensi Lewinsky sendiri sudah hilang dari minat masyarakat.

Banyak kaum feminis menganggap bahwa perhatian berlebih kepada Lewinsky, mengindikasikan penyebarluasan seksisme. Karena tindakannya, nama Lewinsky meledak selama masa dua tahun di era 90-an.

Kini ia memiliki bisnis penjualan tas yang mencantumkan namanya. Ia juga pernah jadi "host" dalam acara reality show TV berjudul Mr. Personality tahun 2003. Sekarang Monica Lewinsky tinggal di New York City.

Setelah satu dekade bungkam, Monica akhirnya membeberkan perselingkuhannya dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Ia menulis sebuah artikel tentang percintaannya dengan pria yang ditulisnya sebagai Presiden Clinton itu.

"Sudah waktunya untuk membakar baret dan mengubur gaun biru itu," tulis Lewinsky, sekarang 40 tahun, dalam edisi terbaru Vanity Fair. Ia menyatakan inilah waktunya ia berhenti untuk "bersembunyi" dari masa lalu dan mengambil jarak dari orang lain.[] dari berbagai sumber

  • Uncategorized

Leave a Reply