Kisah LDII, Marshanda, dan Ben Kasyafani

GUGATAN  cerai Marshanda terhadap suaminya Ben Kasyafani ikut menyeret nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Namun sejauh ini Ben dan Marshanda belum mengungkap penyebab sebenarnya sehingga publik hanya bisa menduga-duga kebenarannya. 

Ben Kasyafani sendiri sebenarnya telah terus terang mengakui dirinya adalah pengikut LDII. 

"Saya memang terlibat, sering diminta tolong datang. Ya, cukup aktiflah. Mencoba berkegiatan positif dan berpahala," kata Ben kepada Viva.co.id, 11 September 2012 lalu. Saat itu, Ben hadir di markas LDII. 

Ben lantas bercerita tentang kehidupannya yang islami. Sejak kecil, Ben mengaku sudah aktif di remaja masjid, lalu mengendur saat kuliah. "Sekarang sudah menikah, apalagi punya pemikiran yang bisa disumbangkan, jadi peran serta itu dibutuhkan," kata Ben kala itu. 

Ditanya tentang apakah tidak khawatir disebut fanatik agama, Ben mengatakan lebih baik beribada daripada pusing memikirkan tanggapan orang. "Lakum dinukum waliyaddin-lah. Agamu ya agamamu, agamaku ya agamaku. Yang penting itu ibadahnya. Kita bisa mencermikan itu semua dari sikap kita," kata Ben. 

Sikap Ben memperdalam ilmu agama tentu patut diapresiasi. Persoalannya, LDII sudah lama menimbulkan kontroversi. Bahkan, pernah digolongkan sebagai aliran sesat. Dalam Musyarawah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, pada 21-29 Juli 2005, LDII bersama Ahmadiyah disebut sebagai aliran sesat yang harus ditindak tegas. Keputusan itu tercantum dalam Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, tahun 2005. 

Situs eramuslim.com menyebutkan, LDII menganggap kafir orang muslim di luar jamaahnya. Disebutkan, hal itu tercantum dalam majalah LDII berjudul: Pentingnya Pembinaan Generasi Muda Jamaah." 

Salah satu poin berbunyi,"dan dalam nasehat supaya ditekankan bahwa bagaimana pun juga cantiknya dan ganteng orang-orang diluar jamaah, mereka adalah orang kafir, musuh Allah, musuh orang iman,  calon ahli neraka, yang tidak boleh dikasihi." 

Selain itu, disebutkan LDII juga punya masjid sendiri karena menganggap salat orang muslim selain LDII tidak sah. Akibatnya, orang LDII tidak mau menjadi makmum jika yang bertindak sebagai imam adalah orang di luar golongan mereka. 

Tahun lalu, Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya, KH Ahmad Cholil Ridwan, pernah mengungkapkan pengalamannya saat naik haji bersama almarhum artis Benyamin Sueb. Menurut Cholil, Benyamin adalah salah satu pengikut LDII. 

"Saat naik haji bersama saya, dia tidak pernah mau makmum bersama saya. Begitu juga saat di rumahnya, dia tidak mau saya jadi imam. Padahal biasanya kalau saya bertamu ke rumah orang suka dipaksa-paksa jadi imam salat karena orang tahunya saja kiai," kata Cholil. 

Namun, isu perceraian Marshanda dengan Ben gara-gara LDII dibantah oleh Joko Haryanto, Humas LDII Pusat. 

"Itu masalah pribadi masing-masing, sudah biasa (kawin cerai di kalangan artis. Jangan dihubung-hubungkan dengan LDII," kata Joko seperti dilansir Okezone, Minggu, 4 Mei 2014. 

Meski begitu, lantaran isunya sudah mencuat keluar, Majelis Ulama Indonesia berjanji akan kembali menelusuri LDII. 

Meskipun dalam Munas MUI 2005 disebutkan LDII salah satu aliran sesat, namun Ketua MUI Amidhan mengatakan lembaganya akan kembali mengkaji kebenarannya. 

"Pihak kami masih melakukan penyelidikan mendalam apakah yang mereka (LDII) ajarkan itu sesat atau tidak," kata Amidhan seperti dilansir kabar24.com 

Amidhan menjelaskan, sejarah LDII memang tidak lepas dari aliran sesat. Bahkan, organisasi ini pernah dinyatakan sesat oleh Kejaksaan Agung. 

Dia menambahkan, pada mulanya LDII bernama Daarul Hadits yang kemudian berubah nama menjadi Islam Jamaah. Namun karena ditolak oleh Mahkamah Agung, namanya berganti menjadi Lemkari dan pada akhirnya menjadi LDII. 

Namun, beberapa tahun lalu, kata dia, pimpinan LDII mendatangi MUI dengan membawa perubahan baru bahwa mereka sudah tidak lagi membawa ajaran lama. Karena itu, kata Amidhan, pihaknya akan kembali menyelidiki apakah LDII sudah benar-benar berubah atau tidak.

Sementara itu, mantan anggota LDII Adam Amrullah menyatakan LDII merupakan jelmaan dari aliran sesat Islam Jamaah yang pernah dilarang oleh Kejaksaan Agung. Islam Jamaah dikenal sebagai aliran yang mengkafirkan semua orang yang tidak berbaiat kepada imam atau tidak berjamaah dengan kelompok mereka.

Adam Sendiri ketika keluar dari LDII, harus berpisah dari istrinya. Dia selama tahun 2010 juga mendapat perlakuan tidak menyenangkan pasca memutuskan untuk keluar LDII.

“Saya dianggap murtad, kafir, halal untuk dibunuh, dan masih banyak lagi cap yang dilayangkan kepada saya,” kata Adam. “Namun, saya siap menerima perlakuan apa saja. Saya juga sudah siap jika hakim mengetukkan palu perceraian. Bahkan, jika saya mati dalam keadaan sudah sadar begini, saya sangat ikhlas.” tambahnya pada Rabu (25/5/2011) seperti dikutip republika.co.id.

Ditemui wartawan pada 3 Mei 2014, lalu, Ben Kasyafani bersikukuh tak ada yang salah dengan LDII. 

"Iya (ikut LDII), terus kenapa? Nggak ada sesuatu yang salah kan?," Ben balik bertanya kepada wartawan.[]

Baca juga:
Ini Jawaban LDII Terkait Perceraian Marshanda

LDII Jadi Penyebab Perceraian Marshanda? 

Marshanda Tampik LDII Penyebab Perceraian dengan Ben

Ini Dia Foto Hot Agnez Monica dengan Suami Mariah Carey 

Mengintip Villa Mewah Tempat Kim Kardashian Nginap di Thailand

  • Uncategorized

Leave a Reply