Kisah duka berselimut malam kelam di Ketol Aceh Tengah

BELOK kanan dari simpang balik tampak kebun tebu di kiri kanan sepanjang jalan menuju Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Ini kawasan terparah efek gempa yang mengguncang Tanah Gayo, Selasa lalu.

Pemandangan seketika berubah ketika memasuki pemukiman penduduk. Suasana duka dan haru begitu terasa. Tenda-tenda mini berjejeran depan rumah warga yang telah rata dengan tanah. Pasca gempa 6,2 SR, warga membangun tenda dengan plastik, seadanya, di halaman rumah tidak jauh dari puing-puing reruntuhan.

Di tenda-tenda tersebut, sebagian kaum ibu sedang menggoreng tempe untuk dimakan. Sejumlah perempuan lain mengurus bayinya yang ikut mengungsi dalam tenda. Kaum lelaki bekerja keras membersihkan reruntuhan bangunan. Mereka juga mencari sesuatu yang masih bisa digunakan di antara himpitan puing-puing.

Bergerak dari tempat itu, sepanjang jalan berkelok dan menanjak, korban musibah gempa tersebut menengadahkan kotak sumbangan, memohon bantuan pada siapa saja yang melintas. Pemandangan sama di Desa Kebun Baru, Blang Pangku, Pondok Balik, Puter, Selon, Puter dan Panglong.

Di Desa Belang Mancung, berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Takengon, ibukota Aceh Tengah, didirikan tenda besar sebagai posko bantuan untuk korban.  Ini salah satu desa dengan jumlah korban terbanyak dan bangunan rusak parah.

Jalan menuju ke desa ini ramai dilalui orang. Ada yang datang dari luar untuk mengunjungi keluarganya tertimpa musibah. Ada pula yang datang sekadar untuk melihat kondisi pasca gempa. Selain rumah-rumah warga rata dengan tanah, juga tampak beberapa bangunan sekolah, puskesmas, rumah ibadah ambruk.

Di tenda pengungsian, sebagain warga mulai demam. Pasalnya, Selasa malam itu pasca gempa, mereka tidur di luar rumah beralaskan tikar. Mereka tidur di bawah tenda yang sepanjang malam diguyur hujan dan gempa susulan.

Warga yang memiliki kendaraan, malam itu langsung tancap gas keluar dari desa-desa tersebut menuju Takengon untuk mengungsi. Mereka meninggalkan reruntuhan rumahnya, mencari kerabatnya di perkotaan. Malam semakin gelap. Teramat gelap.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply